Baila Membuat Galau Jadi Seru: Siapa Kita Sebenarnya Sekarang?
WARTAMUSIK.com – Jakarta. Baila muncul sebagai angin segar di ranah pop Indonesia. Grup trio ini — Omaraja Kaminaldi (Omar), Alifia Tabita (Tabita), dan Andrew Munthe (Andrew) — memang masih baru, tapi debut mereka melalui single “Asa Asmara” meraih lebih dari 10 juta streams, dan laangsung viral di media sosial.
Di single keduanya, “Mau Sampai Kapan”, Baila memilih topik yang dekat dengan banyak orang: hubungan tanpa status (HTS). Alih-alih memberi jawaban, lagu ini menaruh satu pertanyaan sederhana namun tajam — “sebenarnya kita ini apa sih?” — yang terdengar seperti curahan hati banyak orang muda hari ini.
Baca Juga : Setelah Vakum Tiga Tahun, Musember Kembali Dengan Lestari Sanubari
Dibuat oleh Omar dan Andrew, lagu ini menampilkan lirik yang jujur dan lugas. Gubahan musiknya tidak berat; justru balutan aransemen pop yang fun membuat perasaan galau terasa lebih ringan untuk didengar. Itu salah satu kekuatan Baila: menghadirkan emosi kompleks dengan kemasan yang tetap asyik.
Suara Omar dan Tabita yang bertemu dengan gitar serta harmoni vokal Andrew memberi tekstur berbeda pada lagu. Ada momen-momen kecil di mana nada dan kata saling melengkapi — gelisah yang terdengar, tetapi tetap ada rasa optimis di baliknya. Pendengar bisa merasa tersentuh tanpa merasa terbenam dalam kesedihan.

Secara naratif, “Mau Sampai Kapan” bukan sekadar lagu patah hati. Ia berperan seperti cermin: menyorot perilaku menggantungkan perasaan dan ketidakjelasan yang sering dianggap biasa. Baila menaruh empati di sana — bukan menghakimi, melainkan mengakui kebingungan itu dengan bahasa yang sederhana dan dekat.
Single ini juga membuka lembar baru: ia menjadi pembuka untuk EP mendatang berjudul “Cita Cita Cinta”. Jika “Asa Asmara” menunjukkan potensi, dan “Mau Sampai Kapan” menunjukkan kedewasaan cerita yang ingin mereka bawakan, EP itu kemungkinan akan memperkuat citra Baila sebagai voice-of-a-generation yang ringan namun meaningful.
Baca Juga : Prass Gandeng 88Rising, Rilis Lagu Tentang Hidup dan Penerimaan
Untuk yang penasaran, “Mau Sampai Kapan” sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Dengarkan, resapi, dan siapa tahu kamu menemukan satu baris lirik yang mewakili perasaan sendiri — atau setidaknya membuat galau terasa sedikit lebih seru. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim

