Amanda Caesa Comeback, Disco-Pop Genit di Lagi Lagi Kamu
WARTAMUSIK.com – Jakarta. Menjelang akhir tahun 2025, Amanda Caesa kembali menyapa pendengar lewat single terbarunya berjudul “Lagi Lagi Kamu”. Dalam rilisan ini, solois kelahiran 23 Desember tersebut kembali bekerja sama dengan Syahravi Amanda, namun dengan warna musik yang jauh berbeda dari single sebelumnya, “Trouble”.
Kali ini, Amanda memilih jalur disco-pop yang upbeat dan playful. “Lagu ini sebagai bentuk eksperimen keluar dari zona nyaman. Proses penulisan lirik dilakukan bersama, sementara aransemen dan produksi sepenuhnya ditangani oleh Syahravi,” kata Amanda, dalam keterangannya, Senin, (15/12/2025), di Jakarta.
Baca Juga : Atiya Purnomo Lepas ‘Insecurity’, Pelukan Musik untuk Generasi Muda
Secara cerita, Lagi Lagi Kamu terinspirasi dari pengalaman personal Amanda. Lagu ini menggambarkan situasi ketika seseorang terus kembali ke orang yang sama, meski dipenuhi rasa gemas, gelisah, dan gengsi untuk mengungkapkan perasaan lebih dulu.
Berbeda dari Trouble yang menggunakan lirik berbahasa Inggris, single ini sepenuhnya memakai bahasa Indonesia. Amanda mengaku pilihan tersebut menjadi tantangan tersendiri, namun sekaligus membuka ruang eksplorasi emosional yang baru dalam diskografinya.

Pengagum Billie Eilish ini juga menyebut proses menulis lirik Indonesia membantunya belajar lebih jujur dalam menuangkan perasaan. Dukungan Syahravi menjadi kunci dalam menemukan diksi yang pas dan tetap terasa natural.
Merilis single kedua di penghujung tahun membuat Amanda merefleksikan perjalanan musiknya selama 2025. Tahun ini menjadi momen penting karena merupakan tahun pertamanya bermusik di bawah naungan label Wecord.
Baca Juga : Kolaborasi Lintas Label Hidupkan Lagi Kejutan Baru ‘Apanya Dong’
Amanda pun mengungkap rencana ke depan, termasuk target merilis EP perdana. Ia berharap karya-karyanya bisa menjangkau lebih banyak pendengar dan memberinya ruang lebih luas untuk bereksplorasi secara musikal.
Lewat Lagi Lagi Kamu, Amanda menyampaikan pesan sederhana namun relevan: tidak apa-apa merasa rumit dan tarik-ulur dengan perasaan sendiri. Kejujuran pada diri sendiri, menurutnya, adalah hal paling melegakan—meski butuh waktu. (*)

