Dul Jaelani Menyimpan Cinta Dalam Rock yang Jujur
WARTAMUSIK.com – Jakarta. Kasmaran, bagi Dul Jaelani, bukan sekadar cerita manis yang mudah dicerna. Di single terbarunya, “Sebenarnya, Selamanya…”, ia membuka ruang yang lebih sunyi: tempat di mana cinta dan luka duduk berdampingan tanpa perlu saling meniadakan.
Dul, Kamis, (8/1/2026), menegaskan bahwa llagu ini terasa seperti pengakuan pelan—jujur, intim, dan emosional—tentang bagaimana cinta bisa menjadi sumber kebahagiaan sekaligus kerapuhan. Dul memandang kasmaran sebagai tema yang tak pernah habis digali.
Baca Juga : Alaska Sirait Hadir Lebih Dewasa Lewat Single “Good For You”
“Kasmaran di dalamnya ada keindahan, penderitaan, cahaya, dan gelap yang menyatu. Semua itu mengalir dalam lirik sederhana namun menghantam, berbicara soal jarak, keteguhan rasa, dan keyakinan pada satu cinta yang menetap diam-diam di lubuk hati,” lanjutnya.
Menariknya, cerita personal ini dibalut energi rock yang terasa hidup dan mentah. Bukan sebagai gimmick, melainkan refleksi alami dari apa yang sedang ia rasakan. Dul menyebutnya sebagai upaya menangkap energi panggung—suara yang lahir apa adanya, tanpa polesan.

Di tengah lanskap musik Indonesia yang dipenuhi lagu cinta, “Sebenarnya, Selamanya…” memilih jalur berbeda. Lagu ini tidak menawarkan romantisme instan, tapi mengajak pendengar menyelami cinta sebagai komitmen batin.
Ada kedewasaan emosional yang terasa jelas di sini. Dul seolah tak lagi mengejar definisi cinta yang sempurna, melainkan yang jujur. Cinta yang tetap ada bahkan ketika keadaan tak sepenuhnya ramah, dan keyakinan yang bertahan meski dunia terus bergerak.
Baca Juga : Question, DOLLA Menampar Luka dengan Pop Paling Jujur
Harapan Dul sederhana namun hangat: lagunya bisa memeluk hati mereka yang terluka. Bukan untuk menyembuhkan sepenuhnya, tapi setidaknya menemani. Sebuah pengingat bahwa perasaan rapuh bukan sesuatu yang harus disembunyikan.
Sebagai pelengkap, lagu ini hadir bersama video lirik berkonsep seseorang terjebak di dalam lift—visual yang lahir dari mimpi lama Dul. Simbolnya dibiarkan terbuka, memberi ruang tafsir bagi penonton, seperti cinta itu sendiri yang tak pernah punya satu makna tunggal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim

