JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi dangdut senior Cici Faramida kembali menghadirkan salah satu karya paling ikonik dalam kariernya melalui remake Jangan Tunggu Lama-Lama (2026). Langkah ini menandai comeback sang pedangdut sekaligus menjadi respons atas kembali populernya lagu tersebut di berbagai platform media sosial.
Pertama kali dirilis pada 1995, Jangan Tunggu Lama-Lama dikenal sebagai salah satu lagu yang melekat kuat dalam era keemasan dangdut Indonesia. Liriknya yang sederhana tentang menanti kepastian cinta berhasil menjangkau berbagai kalangan pendengar dan menjadi salah satu signature song Cici Faramida.
Baca Juga : The Virgin Satukan Rock dan Koplo Lewat Gila Dangdut
Memasuki awal 2026, lagu tersebut kembali mendapatkan perhatian publik setelah viral di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts melalui berbagai versi remix, cover koplo, dance challenge, hingga konten nostalgia. Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana lagu-lagu dangdut lawas kini menemukan kehidupan baru di era digital.
Dalam versi terbarunya, Cici Faramida menghadirkan aransemen HipDut modern yang memadukan elemen hip-hop dan dangdut tanpa menghilangkan karakter asli lagu. Pendekatan ini dilakukan untuk menjembatani pendengar lama sekaligus memperkenalkan karya tersebut kepada generasi baru.

Tak hanya dari sisi musik, proyek remake ini juga menjadi ajang reuni kreatif. Setelah lebih dari dua dekade, Cici kembali bekerja sama dengan sutradara video musik Rizal Mantovani dan koreografer Ari Tulang. Kolaborasi ini mengingatkan publik pada era kejayaan video klip dangdut dan pop Indonesia pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
“Pokoknya kita kembali bernostalgia, kaya reunian semuanya masih kompak kaya dulu,” ujar Cici Faramida, Selasa, (2/6/2026), di Jakarta.
Baca Juga : Siti Badriah Kembali Lewat Single Dangdut Elektronik “Bikin Candu”
Video klip Jangan Tunggu Lama-Lama (2026) hadir dengan konsep visual yang lebih sinematik dan elegan. Salah satu elemen utama yang ditonjolkan adalah koreografi baru karya Ari Tulang yang diharapkan mampu menciptakan identitas gerakan khas sebagaimana pernah terjadi pada lagu Wulan Merindu.
Melalui proyek ini, Cici Faramida tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menunjukkan bahwa karya dangdut klasik masih memiliki relevansi kuat di tengah perubahan tren musik dan budaya digital saat ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










