Single Terbaru

Akhirnya Dee Lestari Menyanyikan Perahu Kertas Versinya Sendiri

WARTAMUSIK.com – Jakarta. Perjalanan Perahu Kertas selalu terasa seperti tak pernah benar-benar selesai. Bermula sebagai cerita bersambung (Cerbung) digital pertama di Indonesia pada 2007, menjelma buku cetak setahun kemudian, lalu hidup sebagai film populer di 2012.

Empat belas tahun berlalu, cerita itu kembali berlayar. Akhir Januari 2026, Perahu Kertas hadir sebagai pentas musikal garapan Trinity Optima Production dan Indonesia Kaya. Namun kejutan terbesarnya datang dari sang pencipta sendiri: Dee Lestari akhirnya menyanyikan “Perahu Kertas” dengan suaranya sendiri, sebagai bagian dari album solo ketiganya.

Baca Juga : Marcell Siahaan Pulang ke Awal Cinta Lewat “Mulanya Disini”

Menyentuh ulang lagu dengan ratusan juta streaming tentu bukan perkara ringan. Dee dan tim manajemen sadar betul, versi baru harus punya jiwa sendiri tanpa merusak magi lama. “Maka dipilihlah Petra Sihombing sebagai produser—langkah yang terasa tepat sejak nada pertama,” kata Dee, Kamis, (29/1/2026), di Jakarta.

Di tangan Petra, “Perahu Kertas” tak lagi bertumpu pada gitar akustik yang hangat, melainkan gitar elektrik yang lebih edgy dan berani. Struktur lagu dibuat lebih dinamis, dengan klimaks emosional yang terasa naik perlahan, seolah mengikuti versi Dewasa dari perjalanan Kugy—dan Dee—itu sendiri.

Lapisan vokal juga menjadi sorotan. Bersama Kamga Mo sebagai vocal director sekaligus pengisi backing vocal, harmoni vokal dalam versi ini terasa kaya dan intim. Suara Dee terdengar matang, reflektif, dan penuh kesadaran—bukan lagi tentang mimpi yang baru tumbuh, melainkan mimpi yang sudah ditempa waktu.

Versi Dee Lestari ini terasa megah tanpa kehilangan keajaiban. Ia tidak berusaha menyaingi versi lama, melainkan mengajaknya berdialog. Tentang mimpi, cinta, dan tambatan hati yang ternyata tetap relevan, entah di usia dua puluhan atau setelah melewati banyak tikungan hidup.

Baca Juga : Judika Bertaruh Rasa Lewat Folk, Terpikat Pada Cinta

Video liriknya pun dirajut dengan pendekatan personal. Footage interpretasi para pembaca karya Dee berpadu dengan visual pantai Gili Trawangan, mempertegas bahwa Perahu Kertas selalu tentang relasi manusia—persahabatan, cinta, dan keberanian untuk tetap berlayar meski arus tak selalu ramah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *