WARTAMUSIK.com – Jakarta. Unit rock elektronik, Mothern, yang dihuni Pandu Priyanto (vokal/gitar) dan Rastafarian (vokal/synthesizer) resmi merilis album perdana bertajuk “beforelight” secara digital pada (19/02/2021).
Mothern melanjutkan eksplorasi mereka dengan memadukan genre musik rock dan electronic yang menjadi kekuatan mereka. Duo produser yang dinaungi oleh Sun Eater Coven ini menuangkan segala kontemplasi dan pengalaman personal mereka ke dalam album ini.
Baca Juga : Official VM “Julite” Visualisasikan 2 Kepribadian Sara Fajira
Pandu Priyanto mengungkapkan, ekspektasi, kekecewaan, kekesalan, dan pada akhirnya mengikhlaskan semua yang telah terjadi menurut gue adalah siklus pendewasaan manusia pada umumnya.
“Waktu masa produksi ‘beforelight’, gue dan Rasta pun melalui fase yang sama dan akhirnya tertuang ke dalam album ini,” jelas Pandu.
Baca Juga : Masih Bertema Cinta, Rizky Febian Merilis Single Berjudul “Seperti Kisah”
Meski dibuat berdasarkan emosi serta pengalaman Rasta dan Pandu yang berbeda, delapan lagu yang terkandung dalam “beforelight” mempunyai benang merah yang sama, yaitu percakapan dengan diri sendiri.
Menjahit Rock Alternatif Menjadi Halus
Salah satunya adalah lagu “Tunnel”, yang dibuat berdasarkan pengamalan pribadi Rasta. “Terkadang gue denial dan bilang sama diri gue sendiri kalau gue lagi nggak apa-apa. Padahal, it’s okay not to be okay,” ungkap Rasta.
Perpaduan musik rock dan electronic yang terasa halus merupakan esensi yang menarik dari “beforelight”. Mothern berhasil menjahit rock alternatif, sentuhan melodi vokal emo dan sub-genre musik elektronik seperti psytrance, house, techno, dan drum n’ bass ke dalam musik mereka dengan baik.
Baca Juga : Cerita 7 Musisi 7 Hari di 1 Tempat Dijamin Seru
“Setelah rilis EP Afterdark, gue sama Pandu ngulik beberapa musik baru yang belum pernah kita bikin sebelumnya untuk mengerjakan “beforelight”. Beberapa musisi yang akhirnya nyantol dan akhirnya menjadi blueprint album ini di antaranya Nine Inch Nails, The Chemical Brothers, Daft Punk, dan Underworld,” ungkap Rasta.
Dari segi pemilihan suara dan instrumen yang digunakan, suasana musik di dalam album beforelight terasa lebih ‘terang’ dibandingkan dengan EP pertama Mothern yang berjudul Afterdark (2018).
Baca Juga : “Emergency Call” Single Terbaru Krispy Keith Feat. Weekend Rounders
Perubahan ini pun terjadi seiring berjalannya eksplorasi Mothern dalam mencari genre-genre baru yang mereka temui, yang kemudian dijahit sedemikian rupa agar menggambarkan cerita yang ingin Pandu dan Rasta sampaikan.
Digarap Selama 1 Tahun
Penggarapan “beforelight” sendiri memakan waktu satu tahun dari akhir 2019 sampai akhir 2020. Selama penggarapan mereka mengajak musisi lain untuk berkolaborasi, salah satunya solois Denisa dalam lagu “Circles”.
Baca Juga : Ingin Menjadi Idola Musik Baru di Dunia, Ini Caranya
Selain itu, Pandu mengingat ada satu kolaborasi yang unik dengan drummer Ian Maciak dalam lagu “I Won’t Be Around”. Kolaborasi berawal ketika secara tidak sengaja Pandu menemukan beat drum karya Ian di Instagram.
“Pas lagi scrolling Instagram, si Ian baru upload satu video dia lagi nge-drum, dan gue suka banget polanya. Gue coba jamming sama video itu sambil main keyboard, dan ternyata enak. Akhirnya gue memutuskan untuk kontak Ian buat pakai video drum itu buat gue sampling,” kata pria yang karib disapa Cung ini.
Baca Juga : Di Bawah Naungan Label EP Music, Hanafi Bersaudara Merilis Single Terbaru “Hujan”
Secara keseluruhan, beforelight merupakan album perdana dari Mothern yang menarik. Selain berisikan ragam genre musik yang dipadukan dengan baik, pendewasaan Mothern dalam pembuatan musik mereka menjadi alasan mengapa album ini patut untuk didengarkan. [*]
- Penulis : Sofia Nurmala S
- Editor : Fatkhurrohim