Categories: Pop Java

“Ceuk Saha?” Lagu Ega Robot Serukan Optimisme dan Kebanggaan Menjadi Orang Sunda

WARTAMUSIK.com – Subang. Ega Robot, seniman tradisional asal Subang, menggugah kesadaran masyarakat Sunda untuk bangga akan jati dirinya. Lagu ini mengajak generasi milenial untuk lebih percaya diri, bangkit, tampil di garda terdepan menjaga dan mengembangkan seni tradisional Sunda.

Tak hanya tampil sebagai seniman, Ega juga menulis lirik, puisi, hingga sastra yang kemudian ia transformasikan menjadi lagu-lagu bernuansa tradisi dan modernitas. Ia percaya bahwa kesenian Sunda punya tempat di hati masyarakat modern, asalkan dikemas dengan cara yang relevan dan akrab bagi generasi sekarang.

Baca Juga : Berbalut Instrumen Etnik, Ega Robot Rilis Single Religi “Kapan”, Pengingat untuk Selalu Bersyukur

Lagu “Ceuk Saha”, yang diciptakan pada tahun 2017, lahir dari keprihatinan Ega terhadap mulai lunturnya apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai kasundaan. Banyak anak muda Sunda merasa asing atau bahkan gengsi terhadap seni tradisi.

Melalui lagu ini, Ega menyampaikan pesan bahwa orang Sunda memiliki potensi besar—dalam seni, budaya, hingga prestasi sosial—dan sudah saatnya bangkit dan tampil percaya diri. Lagu ini pun menjadi bentuk ajakan agar masyarakat Sunda tidak minder dengan akar budayanya sendiri, dan justru menjadikannya sebagai kebanggaan.

Untuk mendekatkan seni tradisional kepada generasi milenial, Ega Robot secara cerdas menggabungkan unsur musik tradisional Sunda dengan genre reggae. Musikalisasi dalam lagu “Ceuk Saha” menghadirkan nuansa etnik yang membumi, namun tetap terdengar segar dan modern.

“Kolaborasi ini bukan sekadar gaya, melainkan strategi kultural agar budaya Sunda bisa diterima secara luas—bahkan di panggung internasional,” teerang Ega Robot, dalam keeterangannya, Selasa, (7/5/2025).

Baca Juga : “Garam dan Madu (Sakit Dadaku)” Versi Sped Up Hasil Kolaborasi Tenxi, Jemsii, Naykilla, dan Mighty Records

Dengan lirik berbahasa Sunda yang ringan namun kuat secara makna, serta alunan musik yang familiar di telinga anak muda, “Ceuk Saha” menjadi bentuk treatment budaya yang penuh strategi: perlahan namun pasti, membumikan budaya Sunda melalui pendekatan populer.

Lebih dari sekadar lagu, “Ceuk Saha” adalah manifesto budaya yang menyuarakan tekad: orang Sunda bisa, mampu, dan layak tampil sejajar dengan budaya lain—tanpa kehilangan akar tradisinya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

admin

Leave a Comment

Recent Posts

Float Rayakan Proses Pendewasaan Lewat “The Mirror Song”

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Band independen Indonesia, Float, kembali melanjutkan perjalanan musikal mereka dengan merilis single… Read More

22 hours ago

Pawsicles Tutup Era EP Lewat “Bittersweet Memories” Baru

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Band indie pop Pawsicles kembali menghadirkan karya terbaru melalui single “Bittersweet Memories”… Read More

22 hours ago

Iwan Fals Ukir Sejarah di TT TasiFest 2026, Perkuat Diplomasi Budaya Timor-Leste di ASEAN

DILI, WARTAMUSIK.com – TT TasiFest 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai festival budaya dan musik terbesar… Read More

2 days ago

iiso Gandeng Mura Masa Lewat Single Baru Best Friend

KOREA, WARTAMUSIK.com – Musisi asal Seoul, iiso, kembali menghadirkan karya terbaru melalui single berjudul “Best… Read More

3 days ago

Penyanyi Thailand, VARITDA Perkenalkan Sisi Emosional Album Lewat Slow Burner

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi asal Thailand, VARITDA, melanjutkan perjalanan menuju album terbarunya CHAMPAGNE CHERRY melalui… Read More

4 days ago

Ungkap Tentang Persahabatan, Etenia Croft Rilis “Kau Selalu Ada”

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Etenia Croft, menunjukkan produktivitasnya di industri musik dengan merilis single terbaru berjudul… Read More

4 days ago