Rock

“Crown of the Emperor”: Party at Eden Bawa Napas Baru di Panggung Metal Indonesia

Dengan riff berat dan melodi yang menggugah, lagu ini menggabungkan djent groove dengan elemen metalcore modern yang khas P.A.E. “Tidak semua orang pantas mengenakan apa yang dimiliki orang lain,” lanjut Vincent dengan nada filosofis.

Bergabungnya Keisha Andaviar, putri gitaris legendaris Ovy (/Rif), menambah dimensi baru dalam dinamika band. Keisha bukan hanya membawa energi muda, tetapi juga suara vokal yang kuat dan penuh karakter.

Baca Juga : THE RED JUMPSUIT APPARATUS Hadirkan ‘X’s For Eyes’ Mengguncang

“Saya senang banget dia nemu tempat buat berekspresi sesuai musik yang dia minatin. Ditambah dipercaya jadi ambassador, berarti orang bisa ngeliat potensinya,” ujar Ovy, yang tampak bangga dengan kiprah anaknya.

Keisha sendiri menyebut pengalaman ini sebagai “tantangan sekaligus pembuktian”. Ia tumbuh di tengah musik rock dan metal, dan kini berdiri di garis depan sebagai wajah baru Party at Eden.

Sejak debut dengan “Alphawave” (2021), P.A.E terus menunjukkan konsistensi dan semangat eksplorasi. Disusul “Virus” (2022), “The Wish Key” (2023), dan “Pink Like Candy” (2024), mereka memperluas batasan genre tanpa kehilangan identitas wajar jika mereka masuk “New Beast” di Hammersonic Awards 2023.

Baca Juga : Brownstone Rilis “MOVE ON”: Jeritan Rock dari Batin yang Sulit Lepas

Kini, dengan “Crown of the Emperor”, Party at Eden tampak lebih matang, lebih berani, dan siap menembus panggung yang lebih luas. Lagu ini tidak hanya menjadi simbol transisi, tapi juga deklarasi: bahwa musik metal Indonesia sedang memasuki babak baru yang lebih modern dan dinamis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *