Rock

Dark Thoughts: The Funeral Portrait Menertawakan Kegelapan Pikiran

WARTAEVENT.com – Jakarta. Setelah dua single #1 berturut-turut, The Funeral Portrait kembali bukan untuk merayakan kemenangan, tapi untuk menyelam lebih dalam ke kepala mereka sendiri.

Dark Thoughts terdengar seperti judul yang berat—dan memang iya—namun band ini justru mengemasnya sebagai anthem yang fun, teatrikal, dan surprisingly relatable. Dirilis ke radio pada (22/8/2025), Dark Thoughts hadir bersamaan dengan EP spesial berjudul sama lewat Better Noise Music.

Baca juga : From Ashes To New Hadapi Diri Lewat “Drag Me”

Alih-alih sekadar satu versi lagu, EP ini menawarkan empat wajah berbeda dari satu pikiran yang sama: versi original, remix Beyond The Abyss, versi live dari konser sold-out di Atlanta, serta kolaborasi emosional bersama Danny Worsnop dari Asking Alexandria.

Di balik hook yang catchy dan chorus yang terasa seperti ajakan bernyanyi bareng, ada cerita personal dari frontman Lee Jennings. Lagu ini lahir dari pengalamannya didiagnosis OCD—tentang perasaan terjebak di dalam kepala sendiri, pikiran yang berputar tanpa henti, dan kebingungan mencari tempat untuk meminta tolong.

Namun Dark Thoughts bukan lagu yang tenggelam dalam keputusasaan. Justru sebaliknya, ia terasa seperti pelukan di tengah mosh pit. Lee menegaskan bahwa pesan utama lagu ini adalah komunitas: bahwa musik bisa menjadi ruang aman, tempat orang-orang dengan pikiran berantakan saling menguatkan tanpa harus menjelaskan semuanya.

Energi teatrikal khas The Funeral Portrait terasa semakin matang di sini. Sejak Greetings From Suffocate City (2024), mereka konsisten membangun dunia yang gelap tapi hidup—dipenuhi karakter, emosi berlebihan, dan drama yang disengaja. Dark Thoughts EP terasa seperti potongan ekstra dari semesta itu, dibuat khusus untuk Coffin Crew, para fans setia mereka.

Baca Juga : From Ashes To New Hadapi Diri Lewat “Drag Me”

Dua video musik baru—Dark Thoughts (Beyond The Abyss Remix) dan Dark Thoughts (Live From Suffocate City)—mempertegas dua sisi band ini: satu visualnya intens dan sinematik, satu lagi mentah dan penuh keringat panggung. Keduanya sama-sama jujur, tanpa filter.

Kolaborasi dengan Danny Worsnop menambah dimensi emosional yang berbeda, sementara versi live mengingatkan bahwa lagu ini memang diciptakan untuk diteriakkan bersama, bukan dipendam sendirian. Ini bukan musik untuk menyembuhkan segalanya, tapi untuk menemani prosesnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

admin

Leave a Comment

Recent Posts

Mercusuar Hadir dengan Formasi Baru Bersama Amanda Meutia

JAKARTA, WARTAMUSIK.com - Proyek musik Mercusuar memasuki fase baru pada 2026 dengan formasi yang lebih… Read More

1 day ago

Kecoud Babak Baru Bersama LUNAR, Merilis Music Video “shawty tjantik”

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Mengawinkan groove hip-hop yang modern dengan kehangatan nada keroncong rupanya bukan hal… Read More

1 day ago

Aruma Rilis EP “Dan Ternyata Aku Cukup” Digarap Selama Setahun

WARTAMUSIK.com – Jakarta. Penyanyi dan penulis lagu Aruma resmi merilis EP terbarunya, Dan Ternyata Aku… Read More

2 days ago

Nigel Tay Rilis “Manhattan Beach”, Rayakan Musim Panas Los Angeles

WARTAMUSIK.com – Jakarta. Penyanyi, penulis lagu, produser, dan arranger R&B asal Malaysia, Nigel Tay atau… Read More

3 days ago

Seche Resmi Debut Solo Lewat Single “Apa Adanya”

WARTAMUSIK.com – Jakarta. Seche resmi memulai kiprahnya sebagai solois melalui single debut berjudul “Apa Adanya”… Read More

3 days ago

KIK Rilis “ROAD” Bersama will hyde, Perluas Jejak Musik Global

KOREA, WARTAMUSIK.com – KIK resmi merilis single digital kolaborasi “ROAD” bersama penyanyi dan penulis lagu… Read More

3 days ago