Full Album

Dee Lestari Tuntaskan Kisah Cinta Lewat Album Terbaru

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Setelah merilis sejumlah single sebagai pengantar, penyanyi dan penulis lagu Dee Lestari akhirnya mempersembahkan album penuh bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta.

Album ini menjadi penanda kembalinya Dee ke dunia musik secara utuh, sekaligus melanjutkan perjalanan kreatif yang telah ia bangun selama hampir dua dekade sejak album Rectoverso.

Baca Juga : Rilis “Kabarku”, Dee Lestari Sebut Ini Lagu Patah Hati Personal

Berisi delapan lagu, (Jangan) Jatuh Cinta dirancang sebagai sebuah perjalanan emosional yang menggambarkan berbagai fase dalam pengalaman cinta. Setiap lagu ditempatkan secara berurutan untuk membentuk alur naratif, mulai dari harapan, patah hati, penerimaan, hingga makna cinta yang lebih dewasa.

Album dibuka oleh lagu utama (Jangan) Jatuh Cinta yang diaransemen oleh Rendy Pandugo dengan sentuhan ringan namun emosional. Perjalanan kemudian berlanjut ke Patah Hati, sebuah refleksi tentang luka yang muncul ketika cinta tidak berjalan sesuai harapan.

Salah satu momen penting dalam album ini adalah hadirnya Hujan Bulan Juni, hasil kolaborasi yang tertunda antara Dee dan almarhum Sapardi Djoko Damono. Berangkat dari puisi legendaris karya Sapardi, lagu tersebut akhirnya mendapatkan bentuk rekaman resmi setelah sebelumnya disiapkan untuk adaptasi film pada 2017.

Album kemudian bergerak ke fase yang lebih optimistis melalui Jadi Udara dan Perahu Kertas. Sementara itu, lagu Cuma Satu Nama menjadi salah satu sorotan utama karena mempertemukan Dee dengan Afgan dalam sebuah duet romantis.

Lagu tersebut juga memiliki nilai emosional tersendiri karena ditulis bersama almarhum suaminya, Reza Gunawan.

Baca Juga : Akhirnya Dee Lestari Menyanyikan Perahu Kertas Versinya Sendiri

Sebagai penutup, Bintang Utara menghadirkan refleksi tentang hubungan orang tua dan anak. Melalui aransemen orkestral yang hangat, Dee mengajak pendengar memahami cinta dalam bentuk yang paling tulus: melepaskan tanpa syarat.

Single (Jangan) Jatuh Cinta, Dee Lestari menegaskan kembali kekuatannya sebagai penulis lagu dan pencerita. Album ini tidak hanya menawarkan kualitas musikal yang matang, tetapi juga menghadirkan narasi emosional yang utuh dan relevan bagi berbagai generasi pendengar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

admin

Leave a Comment

Recent Posts

LayarKaca Memulai Perjalanan Musik Lewat Sisa Percakapan

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Grup pop alternatif LayarKaca memperkenalkan diri melalui single perdana “Sisa Percakapan”, lagu… Read More

9 hours ago

Nicole Robertson Hadirkan Sisi Gelap Lewat Narcissist

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Penyanyi dan penulis lagu Nicole Robertson melanjutkan perjalanan sebagai solois independen lewat… Read More

1 day ago

Nuranica Rilis Ada Saatnya Semua Terjadi tentang Harapan

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Nuranica menghadirkan single terbaru “Ada Saatnya Semua Terjadi” yang membawa pesan tentang… Read More

2 days ago

GME dan Fiersa Besari Rilis EP Kalah tentang Perpisahan

SEMARANG, WARTAMUSIK.com — Good Morning Everyone (GME) merilis EP terbaru bertajuk “Kalah” di seluruh platform… Read More

3 days ago

for Revenge, YB, dan Tepe Rilis Museum Duka tentang Kehilangan

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — for Revenge mempertemukan karakter musiknya dengan YB (Reza Arap) dan Tepe melalui… Read More

4 days ago

Mercusuar Hadir dengan Formasi Baru Bersama Amanda Meutia

JAKARTA, WARTAMUSIK.com - Proyek musik Mercusuar memasuki fase baru pada 2026 dengan formasi yang lebih… Read More

6 days ago