Akram menceritakan, pesan di lagu ini sebenarnya adalah bahwa kita manusia adalah makhluk sosial yang butuh orang lain. Sebisa mungkin jangan merasa menjadi orang yang paling penting di dunia ini.
Baca Juga : Merayakan Hubungan Personal, Sal Pribadi Merilis Single Terbaru Berjudul “Serta Mulia”
“Kenapa judulnya Kura-Kura, itu merupakan analogi bahwa jika suatu hari nanti tidak ada orang yang membantu, karena kesombongan di masa lalu, Jadinya kan malu sendiri. Seperti sedang di uji menjadi kura-kura yang bersembunyi dibalik tempurung,” katanya.
Lirik demi lirik di dalam lagu ini menggambarkan sebuah proses pendewasaan diri dari seseorang. Karya Akram memang selalu mengangkat tema keseharian dan keresahan manusia dengan memberikan kekuatan pada penulisan lirik.
Baca Juga : Album “beforelight”, Kontemplasi Rock dan Electronic dari Mothern
“Untuk aransemen musiknya masih di genre Pop cuma saya memasukkan unsur-unsur musik dari luar, sedikit banyak dipengaruhi oleh musisi Jepang favorit saya diantaranya Radwimps, Yonezu Kenshi, Super Sale, The Charm Park dan lain-lain,” jelas Akram.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Penyanyi dan penulis lagu Aurelia Fediana merilis single kelima, “Selalu Ada”, pada… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Rumi membuka babak baru perjalanan bermusiknya melalui maxi single perdana bertajuk “Rumi”,… Read More
LIVERPOOL, WARTAMUSIK.com – Delegasi musik Indonesia, Kirribilly, membuka perjalanan mereka di International Beatleweek 2026 dengan… Read More
MALANG, WARTAMUSIK.com – Usai memperkenalkan tiga potongan cerita melalui “Born in February”, “Three Years of… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Musisi sekaligus produser KELJO kembali mengeksplorasi dinamika asmara melalui single terbaru, “Cinta/Candu”.… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Lalahuta melanjutkan proyek Lalahuta Sings Indonesian Hits (LSIH) melalui reinterpretasi “Cobalah Untuk… Read More
Leave a Comment