Dulu Closure, Kini Masurai! Band Post-Punk Malang Ini Rilis Single Religius-Reflektif dan Kritik Netizen Instan
WARTAMUSIK.com – Malang. Setelah lama mengendap dalam senyap, band post-punk asal Malang yang sebelumnya dikenal sebagai Closure, akhirnya muncul kembali ke permukaan dengan nama baru: Masurai. Nama ini bukan sekadar ganti identitas, tapi juga penanda arah baru dalam ekspresi musikal dan bahasa yang mereka pilih.
Lewat maxi single perkenalan berjudul “Manusia / Pakar Praktisi”, yang dirilis melalui Bandcamp Haum Entertainment pada 2 Juli 2025, Masurai menyapa kembali penikmat musik Indonesia dengan dua komposisi yang kontras namun saling melengkapi: refleksi spiritual tentang siklus hidup, dan sindiran tajam terhadap budaya digital yang absurd.
Baca Juga : for Revenge Gandeng Stand Here Alone: Bikin Nostalgia dan Nangis Bareng!
Salah satu transformasi paling mencolok dari Closure ke Masurai adalah pergantian bahasa lirik. Jika sebelumnya mereka menulis dalam bahasa Inggris, kini mereka mantap menggunakan bahasa Indonesia. Bukan hanya demi keintiman emosional dengan pendengar, tapi juga agar pesan sosial dan spiritual mereka lebih langsung terasa.

“Kami terinspirasi dari band-band seperti Molchat Doma, Motorama, Brandenburg, dan Human Tetris—band Eropa Timur yang tetap mempertahankan bahasa lokal dalam musik global mereka. Ada kekuatan emosional yang muncul saat kita menyanyikan realitas kita dalam bahasa kita sendiri,” ujar Dheka Satria, vokalis Masurai.
Lagu pertama dalam maxi single ini, “Manusia”, menawarkan pandangan penuh renungan tentang siklus kehidupan manusia—lahir, tumbuh, membesarkan, dan dirawat kembali.
Baca Juga : Dazzle Rilis Single “A Void Within”, Eksplorasi Kekosongan Batin dalam Distorsi Crossover
Terinspirasi dari nilai spiritual dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 26 dan Luqman ayat 14, lagu ini menyuarakan pentingnya menunaikan hak kerabat, terutama orang tua dan pengasuh, sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tak pernah benar-benar berhenti.

