Float Kembali Hidupkan Napas Lama Lewat ‘Dimabuk Cahaya’
“Kami tidak perlu ikut ribut agar terlihat relevan. Yang penting jujur dengan karya kami. Karena itu, “Dimabuk Cahaya” hadir sebagai bentuk perlawanan halus terhadap tekanan algoritma,” ujar Binsar.
Secara musikalitas, single ini menghadirkan warna vintage 70-an yang hangat dan organik. Meng mengambil inspirasi dari lagu tema James Bond “You Only Live Twice,” menciptakan atmosfer yang lembut namun tetap berkarakter.
Baca Juga : Wali Rilis Single Baru “Nina Belom Bobo” Menunggu Kepastian
Musiknya mengajak pendengar untuk berhenti sejenak, memberi ruang bagi telinga untuk benar-benar mendengar.

Liriknya menyinggung soal kejujuran dan kesadaran—tentang cahaya yang bukan sekadar lembut, melainkan yang mampu “menelanjangi” hal-hal tersembunyi. Bagi Float, cahaya adalah simbol pengetahuan dan iman: kadang menyakitkan, namun tetap membebaskan.
“Yang terpenting, lewat lagu ini kami merasa lebih hidup,” kata David. Dan memang, “Dimabuk Cahaya” terasa seperti nyala baru bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan malam, merenung sendirian, atau sekadar mencari musik yang tenang namun menggugah.
Baca Juga : “Cantik Itu Aku”, Lagu Baru Melanie Subono yang Bikin Perempuan Makin Percaya Diri
Float tidak sedang mengejar tren. Mereka hanya memastikan bahwa cahaya yang membimbing sejak awal masih menyala—dan kali ini, mereka berharap pendengar dapat merasakan hangatnya juga. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim

