graf Bertanya Lewat Rock Ringan yang Menggelisahkan
WARTAMUSIK.com – Jakarta. Band rock alternatif asal Jakarta, graf, merilis single terbaru berjudul “Tanya” sebagai penanda awal menuju album debut mereka yang dijadwalkan meluncur pada 2026. Alih-alih membuka bab baru dengan pernyataan besar, graf justru memilih pendekatan yang lebih personal: mengajak pendengar berhenti sejenak dan bertanya.
Terbentuk sejak 2022, graf beranggotakan Ervan Frasteantha (vokal/gitar), Dimas Putra (bas), Jozzy Ibrahim (drum), dan Alverdio Rollando (gitar). Dalam “Tanya”, mereka meramu nuansa rock alternatif dengan genjrengan gitar bernuansa pop, menciptakan komposisi yang terasa ringan di telinga, namun tetap menyisakan ruang kontemplasi.
Baca Juga : Steel Haze: Hardcore Malang Tanpa Rem, Penuh Amarah Jujur
Secara tematik, “Tanya” berbicara tentang fase hidup yang akrab bagi banyak orang—kebingungan, keraguan, dan pertanyaan-pertanyaan kecil yang kerap muncul tanpa jawaban pasti. Lagu ini tidak mencoba memberi solusi, melainkan merekam proses bertanya itu sendiri sebagai bagian dari perjalanan manusia.
“Hidup itu bukan soal menemukan jawaban, tapi berani mengakui kalau kita penuh dengan tanda tanya,” ujar Ervan, Selasa, (13/1/2026). Pernyataan ini terasa relevan bagi generasi muda yang tumbuh di tengah tuntutan untuk selalu yakin, padahal sering kali justru dipenuhi ketidakpastian.

Secara musikal, graf tidak tampil meledak-ledak. “Tanya” berjalan dengan tempo yang bersahabat, gitar yang catchy, dan dinamika yang membiarkan liriknya bernapas. Pendekatan ini membuat lagu terasa reflektif tanpa menjadi berat—sebuah kualitas yang jarang namun dibutuhkan.
Single ini juga menandai kembalinya graf setelah perilisan EP “Sein” pada 17 Oktober 2024. Setelah lebih dari setahun, “Tanya” menjadi jembatan menuju fase berikutnya, sekaligus sinyal bahwa graf sedang merapikan identitas musikal mereka menuju album penuh.
Baca Juga : SATCF Tancap Gas Lewat K.I.M di Babak Baru
Bagi graf, bertanya bukanlah tanda kelemahan, melainkan keberanian untuk jujur pada diri sendiri. “Kadang kita bertanya karena kita hanya bisa bertanya,” lanjut Ervan, menangkap absurditas hidup dengan nada yang sederhana namun mengena.
Dengan “Tanya”, graf tidak hanya memperkenalkan materi baru, tetapi juga sikap bermusik yang jujur dan membumi. Menjelang album debut dan harapan untuk lebih sering tampil di panggung, graf tampak siap menjadi suara bagi mereka yang masih nyaman hidup di antara tanda tanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim

