WARTAMUSIK.com – Yogyakarta. Indonesia World Jazz Meeting (IWJM) merupakan konferensi, showcase festival, workshop, sekaligus ajang berjejaring bagi para pelaku industri musik world/jazz Indonesia.
Dalam konferensi ini, para peserta dapat bertemu dengan para organiser festival atau event dunia, media dalam dan luar negeri, vendor, institusi pemerintah, kritikus musik dan seluruh pemangku kebijakan di subsektor musik yang terkait dengan penekanan utama pada world music dan Jazz.
Baca Juga : Indonesia World/Jazz Meeting 2023: Open Call For World/Jazz Musicians
Konferensi ini bakal digelar pada (17/11/2023) bertempat di ARTotel Suites Bianti, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai dari pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Sejumlah pembicara pun telah menyatakan hadir di antaranya; Ivan Blaggojevic dari Siberia, Ljiljana Milanovic, Nis Cultural Centre, Serbia, Vinko Mihajlovic, Petrovac Jazz Festival Montenegro, Yuri Mahatma, Founder UVJF Bali, Indonesia, Bagas Indyatmono, CEO Jazz Gunung, Indonesia, Dwiki Dharmawan, Musisi Jazz Indonesia.
Hadir juga, Budhi Hermanto, Jazz atas Awan Dieng, Anas Syahrul Alimi, Prambanan Jazz, Aji Wartono, Inisiator IWJM/Board NgayogJazz, Agus Setiawan Basuni, Inisiator IWJM / WartaJazz Festivals, dan masih banyak lagi. Berikut ini Profil para narasumber;
Ivan Blagojevic, Nisville Jazz Festival Serbia
Pendiri Festival visioner yang memiliki latar belakang di bidang ekonomi dan spesialisasi dalam Manajemen Kebudayaan, beralih dari seorang sutradara teater yang sukses menjadi figur kunci di world musik dan budaya.
Di bawah kepemimpinannya, Nisville telah berkembang menjadi sebuah festival jazz internasional yang menggabungkan jazz tradisional dengan tradisi etnik dari Balkan dan seluruh dunia. Festival ini menjadi tuan rumah lebih dari 17.000 musisi, dan disaksikan sekitar 200.000 penonton. Tahun 2024 akan merayakan ulang tahun yang ke-30.
Ljiljana Milanovic, Nis Cultural Centre, Serbia
Ljiljana Milanovic menjabat sebagai editor di Pusat Kebudayaan di Nis. Ia bukan hanya pendiri, juga presiden dari LSM “Art of Giving.” Kontribusi luar biasanya meliputi penyelenggaraan berbagai pertunjukan teater dan konser musik yang mencakup beragam genre, mulai dari klasik, jazz, rock, hingga musik dunia.
Vinko Mihajlovic, Petrovac Jazz Festival Montenegro
Seorang profesional berpengalaman di bidang pemasaran, direktur UrbaniKult, yang didirikan tahun 2006, advokat untuk promosi budaya di Montenegro. Ia pun menggelar event musik seperti Festival Jazz Petrovac, Festival Reggae MontenegroSun, dan Festival Jazzaland Temerin.
Yuri Mahatma, Founder UVJF Bali.
Seorang gitaris jazz, komposer, dan guru musik, yang juga salah satu perintis Underground Jazz Movement, yang pada akhirnya melahirkan Ubud Village Jazz Festival di Bali.
Bagas Indyatmono, CEO Jazz Gunung Indonesia
Jazz Gunung Indonesia merupakan festival dan series konser internasional yang diselenggarakan di beberapa titik pegunungan di Indonesia antara lain Gunung Bromo, Ijen dan Slamet dengan nuansa Jazz dan Etnik.
Dwiki Dharmawan, Musisi Jazz
Dwiki, adalah salah satu tokoh musik Indonesia yang paling berbakat dan dihormati: seorang pemain keyboard multi-genre, komposer dan produser genius, serta seorang aktivis perdamaian.
Budhi Hermanto, Jazz atas Awan Dieng
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di berbagai bidang, konsultan untuk pemerintah, LSM, dan perusahaan swasta yang terlibat dalam festival seni dan budaya, termasuk Jazz atas Awan Dieng, Syuhada Jazz, dan lain-lain.
Anas Syahrul Alimi, Prambanan Jazz
Wartawan yang berbisnis buku ini awalnya pemburu konser sampai satu ketika menjadi produser banyak konser pop dan rock. Prambanan Jazz dan Jogjarockarta sedikit diantara signature project miliknya.
Aji Wartono, Inisiator IWJM / Board NgayogJazz
Salah satu penggagas WartaJazz.com yang juga bertanggungjawab pada sektor produksi di WartaJazz Festivals dan menjadi Board Creative di NgayogJazz. Pernah menjadi ketua Festival Kesenian Yogyakarta dan beragam peran dalam Jazz dan seni di Yogyakarta.
Agus Setiawan Basuni, Inisiator IWJM / WartaJazz Festivals
Sosok yang familiar dalam world/jazz di Indonesia merupakan penggagas WartaJazz.com. Telah memproduksi beberapa festival ikonik seperti Ramadhan Jazz Festival, Reyog Jazz Ponorogo, dan Maratua Jazz & Dive Fiesta dan telah berbicara di berbagai acara bergengsi internasional seperti World Music Expo (WOMEX) dan European Jazz Conference.
Frans Sartono, Jurnalis Senior / Penulis Musik Jazz
Wartawan yang telah meliput lebih dari 25 tahun konser didalam dan luar negeri ini sosok yang tak asing dalam dunia World/Jazz Indonesia. Lewat perspektifnya kita dapat meneropong bagaimana potensi karya menjadi ‘jualan’ yang layak dipasar dunia. Pastikan untuk hadir di sesi Workshopnya. (*)
- Editor : Fatkhurrohim