WARTAMUSIK.com – Jakarta. Di balik tampilan vintage-nya yang anggun, Natasya Elvira menyimpan kisah penuh luka dan refleksi yang kini dituangkan ke dalam single terbarunya berjudul “Kutukan”.
Lagu kolaborasi bersama Societeit de Harmonie ini dijadwalkan rilis pada 18 Juli 2025, dan sudah ramai diperbincangkan di Spotify dan media sosial bahkan sebelum hari peluncuran.
Baca Juga : Bukan Kisah Cinta Instagram! Canti dan Adipati Dolken Ungkap Sisi Lain Hubungan
Tapi jangan salah sangka—ini bukan sekadar lagu galau biasa. “Kutukan” adalah sebuah pengakuan emosional yang lahir dari pengalaman pribadi Natasya sendiri tentang hubungan penuh ketegangan dan komunikasi yang selalu salah arah.
“Ini datang dari emotional state aku yang lagi nggak stabil dan terjebak di loop hubungan yang sama terus,” ujar Natasya jujur.
Baca juga : Cuma Bilang ‘Jangan Lupa Makan’, Tapi Rindunya Dalam Banget” — Debut Marsha Lavinia Bikin Meleleh
Di tengah tren lagu-lagu cinta klise, “Kutukan” hadir dengan narasi yang mentah, polos, dan sangat relatable. Lirik-liriknya bercerita tentang kebingungan dalam mencintai seseorang yang, alih-alih memberi ketenangan, justru terus memicu luka—cinta yang bikin capek tapi susah ditinggalin.
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Band pop Indonesia Geisha kembali merilis single terbaru bertajuk “Geram”, yang mengangkat… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Band pop-punk multi-platinum Yellowcard merilis versi baru single “Bedroom Posters” dengan menggandeng… Read More
SINGAPURA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi sekalogus penulis lagu berbasis Singapura, lullaboy, mengumumkan tur Asia keduanya bertajuk… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Bless the Knights menandai 11 tahun perjalanan mereka dengan merilis single terbaru… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Adrian Martadinata berkolaborasi dengan Giovani Biga merilis single “Jayalah Indonesiaku”, sebuah karya… Read More
CALIFORNIA, WARTAMUSIK.com — Band asal California Selatan, Dirty Heads, mengumumkan perilisan album penuh kesembilan bertajuk… Read More
Leave a Comment