Konser

Lorjhu “Santri Musik” Buktikan Madura Punya Karya Lokal yang Layak Tampil di Panggung Jazz Gunung!

Menariknya, Lorjhu awalnya adalah tugas kuliah pascasarjana. Proyek iseng itu berubah jadi misi budaya yang terus bergaung. “Waktu itu pengennya bikin karya yang sustainable. Tapi makin lama, kok kayaknya ini nggak cukup kalau cuma jadi tugas kampus. Akhirnya, jadi band beneran,” kenang Badrus.

Kini Lorjhu terus melangkah, membawa Madura dari halaman kampus ke panggung-panggung prestisius, tanpa kehilangan akar identitasnya.

Baca Juga : Karimata Bikin Penonton Jazz Gunung Bromo Hangat, Gandeng Penyanyi Malang untuk Lagu Ikonik Ini!

Keberadaan Lorjhu juga sekaligus mematahkan anggapan bahwa pesantren selalu alergi terhadap seni. Justru sebaliknya, menurut Badrus, dunia pesantren punya kekayaan ekspresi yang selama ini tak banyak terekspos.

“Ada kok santri yang nari. Ada juga kiyai dan gus yang aktif di seni budaya. Tapi nggak semua terekspos. Makanya kami ingin jadi jembatan itu,” ungkapnya.

Di tengah polemik soal “apa itu jazz”, Lorjhu datang bukan untuk berdebat, tapi untuk berdialog. Mengajak penonton mengenal Madura bukan dari panggangan sate, tapi dari bunyi-bunyian etnik yang spiritual dan kontemplatif.

Baca Juga : Bikin Penonton Baper, RAN Tampil di Jazz Gunung Bromo dan Rilis Lagu Baru Tentang Patah Hati

Kini, Lorjhu membawa semangat baru dalam peta musik Indonesia—memperkenalkan sisi lain Madura lewat musik, bukan hanya lewat simbol-simbol budaya yang sudah umum dikenal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *