Seperti yang dialami banyak orang, pandemi tak ubahnya mimpi buruk bagi pegiat industri musik. Rutinitas “dipaksa” berhenti atas nama protokol kesehatan dan metode prevensi penularan. Tidak ada lagi latihan dan rekaman.
Berkumpul adalah hal yang susah, apalagi manggung. Hajat hidup musisi seperti direnggut oleh sesuatu yang tidak kasatmata. Ini mimpi buruk yang diharapkan segera segera lewat.
Baca Juga : Aiu Ratna Cuti Hamil, Astrid Dipinang Band Cokelat
Setahun telah berlalu, terciptalah beberapa lagu, dan salah satunya berjudul “Warna”. Warna adalah serenade untuk mengenang kembali rutinitas kami di tahun-tahun silam. Ketika hingar bingar panggung tidak pernah absen mengisi kekosongan tiap akhir pekan.
Ketika mereka masih mudah meluangkan waktu untuk sekadar latihan bersama hampir setiap malam. Dan ketika hari-hari belum terasa hitam putih, seperti sekarang. [*]
Page: 1 2
CIREBON, WARTAMUSIK.com — Kesalahpahaman dapat mengubah arah sebuah hubungan, bahkan ketika perasaan belum sepenuhnya hilang.… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIIK.com – Jakarta Bayangkan sebuah duo, yang menggoda kuping. Bisa sampai ke hati. Alunan… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Lyodra membawa pendengar menyusuri perjalanan emosional dari patah hati menuju keberanian untuk… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Fe, nama panggung Fenny Noviarma, memulai perjalanan musiknya dengan merilis single debut… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Buku dan musik menjadi dua medium yang saling terhubung dalam membentuk perspektif… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Dangdut kembali mendapat ruang untuk bereksperimen melalui perpaduan dengan hip-hop dan produksi… Read More
Leave a Comment