Much Menyapa Kembali Lewat “Pendar” Setelah Lima Tahun
WARTAMUSIK.com – Malang. Menjelang satu dekade perjalanan bermusik, band alternatif asal Malang, Much, kembali menegaskan eksistensinya lewat single terbaru berjudul “Pendar”.
Rilisan ini menjadi penanda kembalinya Much setelah terakhir merilis karya pada 2020, sekaligus membuka babak baru di akhir tahun 2025 ini.
Baca Juga : KIM dan Nabila Taqiyyah Menyanyikan Bayangan Cinta Yang Lalu
Berbeda dari katalog sebelumnya, “Pendar” hadir sebagai lagu pertama Much yang menggunakan bahasa Indonesia. Keputusan ini lahir secara spontan, seiring dorongan untuk menyampaikan emosi dengan cara yang lebih dekat dan lugas.
Inspirasi lagu ini datang dari pengalaman sederhana usai manggung: pantulan cahaya lampu jalan dan kendaraan di malam hari. Bagi Much, kilau cahaya yang hadir sekejap itu menjadi metafora momen hidup yang cepat berlalu—indah, tapi tak pernah benar-benar menetap.

Nuansa tersebut diterjemahkan ke dalam aransemen pop ringan khas Much. Melankolis namun hangat, “Pendar” terasa reflektif tanpa menjadi berat, menawarkan ruang kontemplasi yang mudah diterima pendengar.
Sebagai rilisan perdana setelah lima tahun, Much mengakui sempat mengalami penyesuaian saat membawakan “Pendar” di atas panggung. Namun respons positif dari penonton perlahan mengikis rasa canggung tersebut.
Baca Juga : Elsa Japasal Menulis Cinta Sepihak Lewat “Buku Karangan”
Digawangi Dandy Gilang, Anggi, Risang, Vino, dan Pandu, Much merilis “Pendar” melalui Guerilla Records sebagai distributor digital. Lagu ini tidak dibebani target besar, melainkan hadir sebagai ruang ekspresi yang jujur.
Bagi Much, “Pendar” adalah tentang menikmati proses dan merayakan kebersamaan yang masih ada—sebuah cahaya singkat yang layak diingat sebelum kembali meredup. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim

