WARTAMUSIK.com – Jakarta. Nadin Amizah kembali merilis karya terbarunya dengan format mini album berjudl “Kalah Bertaruh”. Berbeda dengan sebelumnya, menuju kelahiran mini album ini, Nadin menyajikan seperti takdir kita yang tulis sebagai lagu perkenalan pada bulan Maret 2021 lalu.
Selain melengkapi potongan kisah dan harapan yang ia senandungkan di album sebelumnya, lagu ini merupakan jembatan menuju mini album “Kalah Bertaruh”. Karenanya pula, kalah bertaruh lahir sebagai kisah lanjutan dari Taruh pada album perdananya, “Selamat Ulang Tahun”.
Masih berkisah tentang cinta belia yang penuh harap beserta huru-hara di dalamnya, kalah bertaruh dapat dikatakan sebagai gerbong menuju dunia lain dari Nadin Amizah di masa lampau.
Baca Juga : Nadin Amizah Bicara Soal Takdir di Single “Seperti Takdir Kita yang Tulis”
Melalui dunianya, ia membagikan kisah dari sebagian masa lalunya secara sukarela melalui nada-nada indah nan syahdu pada mini album terbarunya.
Dalam kalah bertaruh, Nadin membagikan kisahnya dalam 5 babak melalui lagu-lagu yang ia sajikan, salah satunya sebuah tarian yang tak kunjung selesai yang dijadikan sebagai lagu sorotan utamanya.
Lagu ini patut menjadi salah satu sorotan, sebab lagu ini mampu mengemas kisahnya secara utuh pada mini album ini.
“Karena di lagu ini, aku bisa menceritakan kisahku secara lengkap sebagai perempuan yang pernah kehilangan dan berproses dengan itu. Dan di album ini, aku hanya ingin didengar dengan baik melalui karyaku,” ucapnya.
Baca Juga : Lagu ‘Bertaut’ Milik Nadin Amizah Ditonton Lebih dari 18 Juta di YouTube dan 41 Juta di Spotify
Dalam mini album ini, dengan mahirnya, Nadin kembali bermain dengan pilihan kata-kata puitis yang sederhana, namun tetap indah tanpa upaya dalam mengisahkan pertaruhan akan masa lalunya.
Mini album ini bukan sekadar roman picisan belaka, tetapi turut mampu merangkum proses seseorang dalam bertahan, memperjuangkan, melepaskan, hingga mengikhlaskan sesuatu yang bukan menjadi miliknya.
“Mini album ini menjadi istimewa untukku, karena melalui karya ini, aku memberanikan diri untuk bicara sepenuhnya tentang cinta dengan sederhana dan tanpa diputar-putar,” ujarnya dengan tenang. [*]
- Penulis : Wahyuningsih
- Editor : Fatkhurrohim