Natania Karin merilis album Siluet Kita Berjalan dan Menjauh, berisi 11 lagu tentang kenangan, cinta, perpisahan, dan refleksi kehidupan./Photo.Istimewa.
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Lima tahun setelah album perdananya, Natania Karin kembali dengan album penuh kedua bertajuk Siluet Kita Berjalan dan Menjauh.
Dirilis pada (9/10/2026), album berisi 11 lagu ini mengangkat kenangan, perpisahan, cinta, dan refleksi kehidupan melalui sudut pandang seseorang yang memahami akhir sebuah kisah sebelum semuanya benar-benar terjadi.
Sebelas lagu dalam album ini berangkat dari pengalaman personal Karin maupun pengamatannya terhadap orang-orang terdekat selama lima tahun terakhir.
“Ceritanya beragam, mulai dari keberanian yang tumbuh melalui cinta, perjuangan emosional seorang sahabat, surat terbuka untuk para ayah, hingga pengalaman perempuan independen yang berhadapan dengan lelaki kekanak-kanakan,” ungkap Karin, Rabu, (21/10/2026).
Karin merangkai kisah-kisah tersebut dalam balutan pop, folk, dan R&B. Petikan gitar, strings, serta piano menjadi elemen musikal yang mengiringi lirik melodis dan ekspresif.
Album ini tidak sekadar merekam pengalaman, tetapi juga mengajak pendengar menengok kembali masa lalu dan memaknai hal-hal yang tertinggal setelah sebuah hubungan berakhir.
Salah satu kolaborasi penting hadir melalui lagu keenam, “Api dan Salju”, yang melibatkan Sal Priadi sebagai penulis lagu sekaligus penyanyi. Keduanya telah bekerja bersama selama tujuh tahun. Jika Karin selama ini dikenal sebagai backing vocal yang kerap tampil di panggung Sal, kali ini keduanya bertukar peran dalam karya milik Karin.
Dalam lagu tersebut, Sal menghadirkan perspektif sebagai pasangan yang berhadapan dengan perbedaan. Keduanya digambarkan seperti dua orang yang berdansa sekaligus bernegosiasi, mencari ruang di tengah pertentangan.
Untuk menggarap sebelas lagu, Karin bekerja bersama sejumlah produser, di antaranya Lafa Pratomo, Gihon Lohanda, Dissa Kamajaya atau Jacques, Bayu Rusady, Tjdika dari Littlefingers, Klio Mathew, Alexander Kosasih, Feliks Fernando, dan Evan Gunardi.
Judul album diambil dari potongan lirik “Siluet”, lagu pembuka yang lebih dahulu dirilis sebagai singel pada November 2025. Dua singel lain, “Lelaki Sok Kuat” dan “Bermain SMA”, menyusul sebelum album diluncurkan.
Melalui Siluet Kita Berjalan dan Menjauh, Natania Karin menempatkan kenangan sebagai bagian dari perjalanan hidup: sesuatu yang mungkin telah berlalu, tetapi tetap meninggalkan makna bagi mereka yang membawanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Kopi Kenangan bersiap menggelar Kenangan Festival, festival musik pertamanya yang mengusung tema… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi Nowela Mikhelia berkolaborasi dengan Bennett A.K. melalui single “Semangat Maju”, lagu… Read More
SINGAPURA, WARTAEVENT.com – Penyanyi pop Singapura, Estelle Fly, merilis “Shut It Down”, single terbaru yang… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Musisi asal Jakarta, Fabian Putra, merilis single “Cara Tidak Mudah Untuk Menunda… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Pengorbanan seorang ayah dalam membangun masa depan anak menjadi tema utama single… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Bennett A.K. merilis “Get Back”, single keempat dari EP Choices yang telah… Read More
Leave a Comment