Pink Tomiyang debut lewat “Kasih (IBU) Tak Sampai”, lagu electro pop-ballad yang lahir dari pengalaman kehilangan sang ibu.
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi pendatang baru Pink Tomiyang memperkenalkan karya perdananya melalui single “Kasih (IBU) Tak Sampai”. Mengusung electro pop-ballad, lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang menghadapi kehilangan sang ibu sekaligus menjadi medium untuk mengolah rasa rindu yang belum selesai.
Bagi Tomiyang, lagu tersebut bukan kisah yang diambil dari pengalaman orang lain. Ide utamanya muncul setelah ia pulang seorang diri dari ziarah ke makam ibunya. Perjalanan tersebut menjadi titik emosional yang kemudian diterjemahkan ke dalam lirik.
Baca Juga : Geren Debut Lewat “Menyelasa”, Kisah Cinta yang Terpendam
“Karya ini saya dedikasikan untuk mengobati rasa luka dan rindu yang tidak kunjung sembuh setelah ditinggal ibu. Jadi karya ini buat obat diri saya sendiri,” ujar Tomiyang, Minggu, (23/8/2026), di Jakarta.
Judul “Kasih (IBU) Tak Sampai” merujuk pada harapan yang tidak lagi dapat diwujudkan secara langsung: keinginan agar sang ibu masih bisa menyaksikan perjalanan dan pencapaian anaknya. Kenangan sederhana seperti senyum, aroma masakan, hingga pakaian pemberian sang ibu kemudian menjadi bagian dari materi lirik.
Baca Juga : Arsyall Azizan Memulai Karier Musik Lewat Single “Pelan Aja”
Salah satu bagian paling personal hadir melalui larik, “Kau jadi rumah yang tak bisa kumasuki lagi”. Metafora tersebut menggambarkan hubungan yang masih hidup dalam ingatan, tetapi tidak lagi dapat diwujudkan melalui pertemuan fisik.
Proses penulisan lagu berlangsung lebih dari 10 bulan. Tomiyang mengaku tantangan terbesarnya adalah memasukkan pengalaman kehilangan ke dalam karya tanpa kehilangan keseimbangan antara musik dan vokal.
Proses rekaman pun berlangsung emosional. Ia beberapa kali menangis dan mengalami suara bergetar ketika menyanyikan bagian-bagian lagu. Bagi Tomiyang, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting untuk menemukan interpretasi vokal yang paling sesuai dengan cerita.
Baca Juga : Arden Wiebowo Perluas Kiprah Musik Lewat Produksi Talenta Pendatang Baru
Dari sisi musikal, aransemen mengedepankan harmoni yang mempertemukan vokal dan atmosfer electro pop-ballad secara seimbang. Pendekatan tersebut memperkuat karakter lirik yang menggunakan banyak metafora untuk menyampaikan perasaan yang sulit diucapkan secara langsung.
Debut musik ini sekaligus menjadi babak baru bagi Tomiyang yang sebelumnya dikenal sebagai pendiri Pink Print Team (PPT), komunitas tari yang telah dibinanya selama sekitar satu dekade. Kini, ia memilih musik sebagai ruang ekspresi berikutnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — BRIE menghadirkan perspektif berbeda tentang keberanian menjadi diri sendiri melalui single terbaru,… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Romaria memasuki fase baru dalam perjalanan musiknya melalui single “24/7”. Lagu yang… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Shenyliega menghadirkan single terbaru “Tak Semua Harus Sempurna” Jum’at (21/8/2026) melalui Indomusik… Read More
MALANG, WARTAMUSIK.com — Band punk rock asal Malang, SATCF, merilis single terbaru “For The Worst”… Read More
KOREA, WARTAMUSIK.com — Sailor Honeymoon memasuki babak baru melalui album debut The Worst of Sailor… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Band indie/alternative rock asal Jakarta, graf, membuka jalan menuju album debut melalui… Read More
Leave a Comment