Solo City Jazz 2025, Malam Penuh Nada dan Cerita
Dari panggung ke panggung, variasi warna musik terus hadir. Pung n Friends menghadirkan jazz klasik bersama Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.
Pilipe, komunitas jazz lokal, memberi ruang pada legenda Margie Segers, yang sukses menggiring penonton bernostalgia lewat Fly Me to The Moon hingga Kesepian.
Baca Juga : Margie Segers hingga Sandhy Sondoro Meriahkan Solo City Jazz
Malam kian hangat ketika Float mengguncang panggung dengan hits mereka: Time, Pulang, hingga Sementara. Penonton bersorak, ikut bernyanyi, membuktikan loyalitas fans yang tak pernah padam.

Sebagai penutup, giliran Efek Rumah Kaca hadir dengan nuansa indie penuh energi. Dari Kamar Gelap hingga Cinta Melulu, mereka menutup festival dengan klimaks penuh warna.
Solo City Jazz 2025 bukan hanya festival musik. Ia adalah perayaan kebersamaan, ruang lintas generasi, dan bukti bahwa jazz di Solo bukan sekadar genre—tapi atmosfer yang menyelimuti kota.
Baca Juga : Line Up Jazz Gunung Bromo 2025, Hadirkan Chagall dari Belanda
Dari denting piano hingga sorak penonton, dari senja hingga larut malam, Solo memang semakin jazzy. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim

