Rock

Steel Haze: Hardcore Malang Tanpa Rem, Penuh Amarah Jujur

WARTAMUSIK.com – Malang. Steel Haze lahir di akhir 2024 dari sudut Kota Malang yang riuh dan gelisah. Band hardcore ini membawa semangat era 2000-an—keras, lugas, tanpa basa-basi—lalu memadukannya dengan riff modern yang tajam.

Hasilnya adalah sound agresif yang tetap setia pada akar hardcore punk, tapi terasa relevan dengan kegelisahan hari ini. Digawangi Rizky Wahyu (vokal), M. Ayubi Zulkarnain (gitar utama), Cahya Basofi (gitar ritme), M. Ramadhan Malik (bass), dan Wahyudi Febrianto (drum), Steel Haze bergerak sebagai satu kesatuan yang solid.

Baca Juga : SATCF Tancap Gas Lewat K.I.M di Babak Baru

Di bulan Desember tahun 2025 lalu, mereka resmi melepas EP perdana bertajuk No Brakes, All Rage—judul yang jujur menggambarkan isi kepalanya: melaju tanpa kompromi, dengan kemarahan sebagai bahan bakar utama.

Empat lagu di EP ini berdiri di atas pengalaman personal dan realitas sehari-hari. “Abandon Street” merekam perubahan Kota Malang yang terasa asing bagi warganya sendiri. “Cold Ashes” hadir sebagai penghormatan sunyi untuk sahabat yang telah pergi. Ada duka, tapi juga kejujuran yang nggak dibungkus dramatisasi.

Di sisi lain, “Feel The Quarrel” melontarkan kritik pada kepercayaan mistis yang masih mengakar, seolah bertanya: sampai kapan logika dikalahkan rasa takut? Sementara “A Numb Letter” menjadi satu-satunya lagu bernuansa cinta—tentang hubungan yang kandas, dingin, dan akhirnya mati rasa. Cinta di sini bukan manis, tapi pahit dan realistis.

Seluruh lirik ditulis oleh Rizky Wahyu dengan pendekatan lugas, hampir seperti catatan harian yang diteriakkan. Proses rekaman dilakukan secara mandiri, sebelum akhirnya masuk tahap mixing dan mastering oleh Aquiver Records.

Baca Juga : “Crown of the Emperor”: Party at Eden Bawa Napas Baru di Panggung Metal Indonesia

Menariknya, Steel Haze nggak menunggu lama untuk kembali ke habitat aslinya: panggung. Sepanjang Desember, mereka aktif mengisi gig-gig lokal di Malang, menjadikan EP ini bukan sekadar rilisan digital, tapi materi hidup yang diuji langsung di hadapan crowd.

Soal tur, rencananya sudah ada di kepala—meski belum akan dieksekusi dalam waktu dekat. Bagi Steel Haze, yang terpenting saat ini adalah membangun fondasi: lagu-lagu yang jujur, panggung yang berkeringat, dan koneksi nyata dengan pendengar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *