Nearcrush merilis tiga single bertema keterasingan, penantian, dan perubahan sebagai pengantar menuju album penuh terbaru mereka./Foto by Alfan
BANDUNG, WARTAMUSIK.com – Nearcrush membuka fase terbaru perjalanan musikalnya melalui tiga single terbaru mereka; “Kami Tersesat di Dunia yang Tak Pernah Berniat Menyelamatkan”, “Mungkin Aku Tiba Esok Lusa”, dan “Karat” pada (14/6/2026) lalu.
Melalui proyek ini, Nearcrush mempertegas karakter alternative rock mereka dengan pendekatan yang lebih emosional, muram, dan atmosferik. Setiap lagu menghadirkan sudut pandang berbeda mengenai pengalaman manusia dalam menghadapi keterasingan, penantian, ingatan, rasa bersalah, hingga perubahan yang datang seiring waktu.
Baca Juga : Single “Parfum” Tawarkan Nuansa Pop Hangat Penuh Kenangan
Single pertama, “Kami Tersesat di Dunia yang Tak Pernah Berniat Menyelamatkan”, berangkat dari gagasan tentang samsara dan menggambarkan pencarian makna di tengah dunia yang terasa dingin serta tidak memberikan jawaban pasti. Nuansa tersebut diterjemahkan melalui komposisi alternative rock yang intens dengan warna emosional yang kuat.
Narasi kemudian berlanjut dalam “Mungkin Aku Tiba Esok Lusa”, sebuah interpretasi ulang lagu milik Kubik. Nearcrush menghadirkan aransemen baru yang lebih luas dan melankolis, sekaligus mempertahankan tema utama tentang penantian, kerinduan untuk pulang, dan rasa bersalah.
Baca Juga : Tuangkan Kisah Keluarga,, Fahem Rilis Single “Aku dan Dirimu”
Pada lagu ini, mereka turut melibatkan Clara Friska dari White Chorus serta Andika Surya dari Alice, Collapse.
Rangkaian tersebut ditutup oleh “Karat”, lagu yang mengangkat isu ageism dan hubungan manusia dengan usia, waktu, serta kecemasan akan ketertinggalan. Didukung gitar jangly, lapisan fuzz, dan suasana yang lebih hening, lagu ini menjadi penutup yang melengkapi perjalanan emosional dari dua rilisan sebelumnya.
Baca Juga : Mario G. Klau Gandeng Juan Reza di Single Baru “Otak di Mana”
Melalui ketiga single tersebut, Nearcrush membangun sebuah rangkaian karya yang membahas proses tersesat, pulang, dan berdamai dengan perubahan. Proyek ini juga menjadi penanda menuju album penuh yang saat ini tengah mereka persiapkan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
SIDOARJO, WARTAMUSIK.com – Unit emo asal Sidoarjo, Decemberism, resmi kembali merilis karya baru melalui single… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com – Band pop asal Bandung, Tonewaves, merilis single terbaru berjudul "Parfum", sebuah lagu… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Setelah menutup perjalanan album Moon melalui rangkaian tur To The Moon dan… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Musisi asal Indonesia Timur, Mario G. Klau, kembali menghadirkan karya terbaru melalui… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Industri musik Indonesia kedatangan pendatang baru yang siap meramaikan ranah musik pop.… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Kenneth Trevi terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam kariernya. Tidak hanya dikenal sebagai… Read More
Leave a Comment