WARTAMUSIK.com – Jakarta. Young Lex masih menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia. Ini ditandai dengan merilis single terbaru berjudul ‘Coba Bicara Empat Mata’, bersama Widi ‘Vierratale’.
Widi kata Young Lex, musisi wanita yang sudah diidolakannya sejak di bangku sekolah. “Idola penyanyi cewek gue cuma dua, salah satunya dia. Dan sekarang bisa bikin karya bareng, bisa satu lagu, satu tongkrongan, satu group whatsapp, dan satu video klip bareng,” cerita Young Lex.
Baca Juga : Younglex dan Italiani Ungkap Pengkhianatan dari Sudut Pandang Berbeda
Ia menambahkan, waktu SMA sering dengar lagu dia sama bandnya, banyak lagu hits-nya yang didengar dan saat nongkrong bareng pasti mennyanyikan lagunya.
Lagu ini, dikatakan oleh Young Lex menjadi kado tahun baru 2021 darinya. ‘Coba Bicara Empat Mata’ bercerita tentang penilaian diri kita kepada seseorang.
Baca Juga : Mengawali Karir Sebagai Rapper, Dhea Bakal Nongol di Netflix
Young Lex seakan ingin mengatakan jika kita tidak boleh menghakimi seseorang dari apa yang kita lihat dari luarnya saja.
“Jadi, cari tahu dulu dengan cara bicara bersama dan jangan dengar kata orang lain. Karena yang tahu dirinya ya orang itu sendiri, dan yang tahu kita hanya diri kita sendiri,” tambahnya.
Baca Juga : “Pow, Pow, Pow” Single Terbaru dari Sexy Goath
Young Lex juga merilis video musik untuk single terbarunya ini. Cukup special karena video musik dari single ini dibuat oleh Young Lex di Pulau Seribu, lebih tepatnya di Pulau Payung dan Pulau Untung Jawa.
Pulau ini dipilih merupakan ide dari Young Lex karena dia mengaku sangat menyukai suasana alam, terutama kekayaan laut Indonesia.
Baca Juga : Sebelum Dirilis Menjadi Album “Mesin Waktu 2020”, Mas Is Akan Perkenalkan Setiap Singlenya
Dia ingin menampilkan sisi lain dari Pulau Seribu yang menurutnya juga tidak kalah bagusnya dibanding Bali, Lombok, dan Papua.
“Pada video kali ini, saya mau nunjukin bahwa Pulau Seribu juga ada kekayaan alam yang mirip seperti di daerah-daerah tersebut,” jelasnya.[*]
- Penulis : Sofia Nurmala S
- Editor : Fatkhurrohim