4 VM K-Pop Ini Berasa Membawa ke Era Old School

wartamusik.com – Jakarta. Sama halnya dengan suatu Novel yang selalu menarik hati pembacanya. Akhir-akhir kami melihat penyanyi K-Pop memperlihatkan konsep Retro di beberapa Video Music (VM) mereka.

Kegemaran kami akan old school membawa ke masa nostalgi. Sebenarnya kami belum terlalu tua pada saat itu untuk mengalami sepenuhnya era 90-an, apalagi beberapa dekade sebelumnya.

Baca Juga : BTS : “Kami Mengutuk Kekerasan dan Rasis”

Mungkin, karena grup K-Pop memang lebih piawai mengubah genre dan era apa pun menjadi lebih menarik. Mari kita simak VM mereka.

NU’EST – “LOVE ME”
Yang menarik dari “Love Me” menggunakan banyak adegan di sekitaran mobil klasik.

R&B sebagai rumah alternatif bertemunya orang perkotaan memiliki alur yang tidak jauh berbeda dengan lagu-lagu berorientasi disko, meskipun memiliki suasana yang sedikit modern.

Baca Juga : Ini Cerita TWICE Dibalik Mini Album “More & More”

Yang menarik, “LOVE ME” menggunakan banyak adegan yang diambil di dalam dan di sekitar mobil klasik, bahkan termasuk bioskop drive-in, memberikan pesona old school yang tak tertahankan bagi setiap personil NU’EST.

Sentuhan retro lainnya, seperti jaket kulit mengkilap, celana yang sedikit lebih tinggi di atas sepatu Converse, ini adalah paduan fashion old school untuk kencan di malam hari yang romantis.

EXO-CBX – “Hey Mama!”
VM “Hey Mama!” mengambil setingan di era 70-an.

“Hei, Mama!” adalah lagu pop bergaya funk berenergi tinggi yang mengambil era ’70-an dan membuatnya terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Xiumin dan Chen terlihat seperti akuntan tahun 70-an, mereka terlihat sedang bekerja di mejanya. Sementara Baekhyun tampak seperti tokoh protagonis dalam thriller film yang memerankan mata-mata zaman perang.

Baca Juga : BTS Suga Ukir Sejarah di Industri Musik Inggris

XO-CBX menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan semuanya, membuat hati para penggemar pingsan berulang kali dengan setiap perubahan pakaian (secara pribadi, kami tidak bisa melupakan setelan garis-garis Baekhyun). 

Sementara itu, kami melihat setingan retro yang jelas dan penuh warna dalam MV ini, tambahan layer vintage melengkapi pasangan anak laki-laki yang sempurna.

IN2IT – “Sorry For My English”
“Sorry for My English” suara dan estetiknaya sangat menyenangkan.

Saya tidak bisa mengatakan saya pernah ke budaya disko, tetapi lagu-lagu seperti ini membuat saya berpikir musiknya (juga signifikansi sosial, meskipun itu untuk waktu lain) mungkin sangat diremehkan oleh banyak orang hari ini.

Baca Juga : Album “Map of the Soul: 7” BTS, Meraih Sertifikasi Emas di Prancis

Layaknya selai, “Sorry For My English” adalah sesuatu yang menyenangkan baik itu suara maupun estetikanya. Bahkan gerakannya, melampui batas tertentu dari klub disko tahun 70-an dan 80-an. 

Secret – “Shy Boy”
Lagu “Shy Boy” dari Screet mengambil seting era 50-an.

Kami belum pernah benar-benar melihat “Grease,” tetapi kami harus membayangkan bahwa “Shy Boy” akan cocok sebagai salah satu dari angka-angka itu. 

Baca Juga : Comeback di Bulan Juli, GFRIEND Dikabarkan Akan Rilis Album Baru dan VM

Lagu ini mengambil seting era 50-an dan menambahkan beberapa keriangan dari gemerlap K-pop itu sendiri. Alhasil sulit untuk menahan jika tidak larut untuk nyanyi secara bersama-sama.

Nostalgia era 50-an tentu tidak berhenti di situ, koreografi sock hop juga termasuk di dalam “Shy Boy”, toko soda kuno, dan beberapa karakter yang tampak lebih ramah, dapat dimengerti, sehingga dapat mengalihkan pandangan para ratu. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *