for Revenge, YB, dan Tepe Rilis Museum Duka tentang Kehilangan

for Revenge berkolaborasi dengan YB dan Tepe lewat “Museum Duka”, lagu tentang kehilangan dan proses manusia menerima duka.
banner 468x60

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — for Revenge mempertemukan karakter musiknya dengan YB (Reza Arap) dan Tepe melalui single terbaru, “Museum Duka”, yang dirilis pada 4 September 2026.

Kolaborasi tersebut bermula setelah ketiganya tampil bersama membawakan “Serana” dan “Penyangkalan” dalam sebuah festival. Gagasan untuk melanjutkan pertemuan tersebut menjadi karya musik kemudian diinisiasi YB melalui Boniex, vokalis for Revenge.

Read More
banner 300x250

Baca Juga : Nigel Tay Rilis “Manhattan Beach”, Rayakan Musim Panas Los Angeles

Bagi for Revenge, proyek ini menghadirkan tantangan karena harus menyatukan karakter musikal tiga pihak yang berbeda. “Buat kami itu suatu kehormatan. Terlebih menyatukan for Revenge, YB, dan TePe dalam sebuah lagu menjadi tantangan tersendiri,” ujar Boniex.

Keterlibatan Tepe memiliki hubungan yang lebih panjang. Ia sebelumnya beberapa kali tampil bersama for Revenge sebagai drummer. Relasi tersebut kemudian menjadi salah satu penghubung hingga mempertemukan for Revenge dengan YB.

Baca Juga :  Amanda Caesa Rilis "Sama Sama Tau" Bernuansa Pop Bossa

Dalam proses produksi, Boniex dan YB berkolaborasi menulis lirik, sementara Tepe mengisi drum. Aransemen dibantu Faisal Riant, yang sebelumnya terlibat dalam proyek for Revenge, “I Miss You Every Brand New Day”.

Baca Juga. : Aurelia Fediana Rilis “Selalu Ada” dari Perjalanan Spiritual

Secara tematik, “Museum Duka” membahas kehilangan dan cara manusia menyimpan serta memproses kenangan. Boniex menggambarkan setiap orang memiliki ruang personal untuk menyimpan cerita, wajah, maupun versi diri dari sosok yang pernah hadir.

YB melihat “Museum Duka” sebagai tempat personal untuk menyimpan seseorang atau kenangan yang telah pergi. Baginya, ruang tersebut dapat berupa hati, benda, maupun tempat tertentu yang kembali dikunjungi ketika rasa rindu muncul.

“Lagu ini bukan cuma tentang gue, bukan cuma tentang for Revenge. Kami berusaha mewakili mereka yang juga merasa kehilangan,” tutur YB.

Baca Juga : Rumi Perkenalkan Identitas Baru Lewat Maxi Single Perdana

“Museum Duka” sekaligus menjadi pengalaman pertama YB bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia dan berkolaborasi dengan sebuah band. Kehadiran vokalnya memberikan warna berbeda, sementara permainan drum Tepe menjadi elemen penting dalam menyatukan karakter ketiganya.

Baca Juga :  Gio Akhsan Ubah Surat Cinta Menjadi Lagu Haena Moon

Alih-alih menawarkan gagasan untuk melupakan, lagu ini menempatkan duka sebagai bagian dari proses menerima kehilangan. Bersamaan dengan perilisan single, video musik “Museum Duka” menghadirkan pendekatan visual teatrikal dan emosional untuk memperkuat narasi tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Editor : Fatkhurrohim
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *