JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Tujuh tahun perjalanan AKBVR NAYO sejak 2019 hingga 2026 dirangkum dalam album konseptual bertajuk “SEPTIMA”. Dirilis pada 25 September 2026, album ini terdiri dari tujuh lagu yang merepresentasikan tujuh fase emosi dalam perjalanan menghadapi cinta, kehilangan, harapan, hingga penerimaan.
Menurut AKBVR NAYO, Minggu, (27/9/2026), menjelaskan tujuh tahun bukan sekadar rentang waktu. Pengalaman, kehilangan, harapan, luka, dan kenangan selama periode tersebut menjadi bahan yang kemudian dirangkai ke dalam tujuh karya yang saling terhubung.
Nama “SEPTIMA” merujuk pada istilah musik seventh interval atau interval ketujuh. Konsep tersebut kemudian diperluas menjadi identitas album melalui tiga unsur utama: tujuh tahun perjalanan, tujuh lagu, dan September sebagai momentum kelahiran karya.

Secara naratif, album dibuka dengan “Edelweiss”, yang menggambarkan cinta tulus dan keyakinan bahwa sebuah hubungan dapat bertahan. Cerita kemudian bergerak menuju harapan melalui “Izinkanku Bersamanya”, ketika kekaguman mulai berkembang menjadi keinginan untuk membangun masa depan bersama.
“Fase tersebut kemudian berubah melalui “Khianat”, yang membawa cerita pada runtuhnya kepercayaan dan kekecewaan. “Kehilanganmu” menjadi titik ketika perpisahan mulai diterima sebagai kenyataan,” urai AKBVR.
Cerita berlanjut melalui “Pulanglah Kepadaku”, yang menggambarkan harapan setelah kehilangan. Sementara itu, “Rinduku Salah” menghadirkan fase penyesalan ketika seseorang menyadari bahwa tidak semua kerinduan harus diperjuangkan.










