JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Setelah melewati proses kreatif yang berlangsung beberapa tahun, Float akhirnya merilis EP terbaru bertajuk Constant Changes.
Bersamaan dengan itu, band tersebut memperkenalkan “Yang Kembali Pulih”, lagu yang berbicara tentang luka, kecemasan, dan keberanian untuk bangkit.
“Yang Kembali Pulih” memiliki perjalanan yang cukup panjang sebelum menjadi bagian dari Constant Changes. Gagasan awal lagu ini berasal dari voice note yang dibuat vokalis sekaligus penulis lagu Float, Hotma “Meng” Roni Simamora, pada 2021.
Lagu tersebut kemudian berkembang dalam proses produksi yang berlangsung hingga masa transisi setelah pandemi. Bagi Meng, “Yang Kembali Pulih” menjadi salah satu fondasi awal dalam penggarapan EP yang dikerjakan pada 2023.

Menurut Meng, gagasan lagu berangkat dari kata “bilur”, yakni bekas luka yang justru dapat menjadi simbol kekuatan ketika seseorang mampu melewati masa sulit.
“Bermodal percaya, masa terpuruk terbukti bikin kita makin kuat bangkit. Kecemasan nggak boleh jadi rintangan. Lagu ini membawa spirit untuk berani menerjang badai,” ujar Meng.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan Float melalui pendekatan musikal masing-masing personel. Binsar Tobing, pemain bass, memilih permainan minimalis tetapi tetap memiliki tenaga untuk membangun fondasi lagu.
“Gue bereksperimen rekam bass dengan pendekatan minimalis namun bertenaga agar fondasi lagunya terasa kokoh menghantam keraguan,” kata Binsar.










