WARTAMUSIK.com – Jakarta. Tiara Andini kembali bukan sekadar membawa lagu baru, tapi sebuah fase hidup. Edelweiss, album studio keduanya yang dirilis (17/10/2025), terdengar seperti catatan emosional yang ditulis perlahan—tentang cinta, kehilangan, dan keberanian untuk tetap lembut setelah terluka.
Delapan lagu di dalam Edelweiss memperlihatkan Tiara yang lebih reflektif dan berani jujur. Ia tak lagi sekadar menyanyikan patah hati, tapi mengajak pendengar memahami prosesnya: dari bertahan, merelakan, hingga bangkit tanpa harus menutup luka sepenuhnya.
Baca Juga : Freeze, Surat Cinta Elisha Danielle tentang Jarak dan Pulang
Single fokus Cinta Seperti Aku menjadi inti emosional album ini. Dengan tempo santai dan melodi yang mudah melekat, lagu ini terasa seperti permintaan terakhir yang disampaikan dengan suara tenang—bukan teriakan. Ada kedewasaan dalam cara Tiara menyampaikan rasa sakit, tanpa drama berlebihan, tapi tetap menghantam tepat di hati.
Kedalaman lagu ini diperkuat lewat video musik yang mengambil latar Singapura. Bekerja sama dengan Singapore Tourism Board, Tiara memvisualisasikan fase patah hati hingga ‘kelahiran kembali’ lewat lanskap kota yang kontras: terbuka, hijau, dan terasa lapang—seolah memberi ruang untuk bernapas setelah sesak.
Lokasi seperti Marina Barrage, Punggol Waterway, Bird Paradise Mandai, hingga Sentosa Sensoryscape bukan sekadar latar cantik. Masing-masing menjadi metafora emosi: refleksi, ketenangan, kesendirian, dan harapan. Singapura tampil bukan sebagai kota yang ramai, tapi sebagai ruang penyembuhan yang sunyi dan personal.
Dalam cuplikan behind-the-scenes, Tiara terlihat menikmati proses itu. Dari SkyHelix Sentosa hingga Asian Civilisations Museum, pengalamannya terasa singkat namun membekas. Bahkan hal sederhana seperti melihat flamingo dari jarak dekat menjadi momen kecil yang menyenangkan di tengah narasi emosional album ini.
Baca Juga : Fadhilah Intan Suarakan Luka Lewat “Pura-Pura Bahagia”
Sejak dirilis, Cinta Seperti Aku cepat menjadi favorit penggemar. Easy listening, catchy, dan sangat relatable—lagu ini berbicara tentang satu permohonan terakhir: harapan agar cinta bisa berubah, meski kita tahu tidak selalu demikian.
Lewat Edelweiss, Tiara Andini terdengar semakin yakin dengan suaranya sendiri. Lembut tapi kuat, emosional tanpa kehilangan kendali. Album ini bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang tetap mekar—bahkan di kondisi paling dingin sekalipun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Solois pendatang baru Namira Anjali merilis single debut “Di Ujung Waktu”, lagu… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi pendatang baru Syifa Mahirah (23 thn) resmi merilis single debut berjudul… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Aku Jeje merilis single terbaru berjudul “Melati” pada 2026 di berbagai platform… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Penyanyi sekaligus penulis lagu Indonesia Jey Denise resmi merilis single terbarunya berjudul… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Content creator muda asal Bangka Belitung Shenyliega resmi memulai langkah di industri… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia Allan Andersn merilis single terbaru berjudul… Read More
Leave a Comment