Genre

Barry Can’t Swim Bawa Nuansa French Touch Lewat “Dance Dance Dance”

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Produser dan DJ asal Edinburgh, Barry Can’t Swim, kembali memperluas eksplorasi musik elektronik melalui single terbaru “Dance Dance Dance!”.

Terinspirasi era keemasan French touch, Joshua Mainnie memadukan synth berkilau, permainan keytar, dan vokal berbahasa Prancis untuk menghadirkan sisi musikal yang lebih flamboyan. “Dance Dance Dance!” menjadi rilisan kedua Barry Can’t Swim bersama Atlantic Records.

Baca Juga : Réjizz Tegaskan Evolusi Bermusik Lewat EP Baru “The Era” Resmi

“Lagu ini muncul setelah serangkaian aktivitas di Amerika Serikat yang memperlihatkan jangkauan karier Mainnie di luar klub dan festival,” ungkap Barry, Minggu, (23/8/2026)

Di Miami, ia tampil dalam rangkaian acara yang berkaitan dengan runway SS27 KidSuper, berkolaborasi dengan DJ Brasil Mochakk di Club Space, serta menggelar pesta pop-up di Brooklyn. Rangkaian tersebut melengkapi perjalanan seorang musisi elektronik yang dalam beberapa tahun terakhir semakin aktif melintasi musik, fashion, dan budaya populer.

Baca Juga : TRICO Rilis Album “Giacometti” Pencarian Esensi Lewat Musik Eksploratif

Barry Can’t Swim sebelumnya dikenal melalui pertunjukan headline yang terjual habis serta penampilannya di berbagai festival internasional. Pada tahun lalu, ia menjadi headliner sekaligus kurator All Points East di London.

Awal 2026, Mainnie juga kembali masuk ke seri “Late Night Tales” setelah lima tahun tanpa rilisan untuk seri tersebut. Ia sebelumnya memperkenalkan album debut When Will We Land? pada 2023, yang masuk nominasi Mercury Prize.

Selain sebagai produser, Mainnie membangun peran sebagai kurator melalui label Earth’s Only Paradise, yang menjadi ruang bagi sejumlah nama seperti O’Flynn, SHEE, dan Sam Alfred. Ia juga terlibat sebagai kurator dalam program Warehouse Project di Manchester.

Baca Juga : Passion Vibe Gandeng Katya Lel Lewat Remix Slatki Moi

Pengaruh Barry Can’t Swim turut menjangkau olahraga dan fashion. Ia berkolaborasi dengan tim nasional sepak bola pria Skotlandia dan Adidas Originals. Lagu “Deadbeat Gospel” bahkan digunakan sebagai soundtrack resmi video pengumuman tim Skotlandia menuju FIFA World Cup 2026, dengan narasi Ewan McGregor.

Melalui “Dance Dance Dance!”, Barry Can’t Swim kembali menunjukkan bahwa musik elektroniknya tidak harus berhenti di lantai dansa. Dengan pendekatan yang lebih cerah dan playful, ia memperluas bahasa musiknya tanpa meninggalkan akar klub yang membentuk kariernya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Editor : Fatkhurrohim
Redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

Pink Tomiyang Ubah Kehilangan Ibu Menjadi Lagu Debut

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi pendatang baru Pink Tomiyang memperkenalkan karya perdananya melalui single “Kasih (IBU)… Read More

16 hours ago

BRIE Ubah Tekanan Menjadi Ekspresi Diri Lewat SPICE

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — BRIE menghadirkan perspektif berbeda tentang keberanian menjadi diri sendiri melalui single terbaru,… Read More

1 day ago

Romaria Tandai Fase Baru Bermusik Lewat Single 24/7

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Romaria memasuki fase baru dalam perjalanan musiknya melalui single “24/7”. Lagu yang… Read More

2 days ago

Shenyliega Hadirkan Refleksi Diri Lewat Tak Semua Harus Sempurna

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Shenyliega menghadirkan single terbaru “Tak Semua Harus Sempurna” Jum’at (21/8/2026) melalui Indomusik… Read More

2 days ago

SATCF Lepas For The Worst, Tetap Bawa Spirit Punk Rock

MALANG, WARTAMUSIK.com — Band punk rock asal Malang, SATCF, merilis single terbaru “For The Worst”… Read More

2 days ago

Sailor Honeymoon Perkenalkan Sisi Lain Musik Korea Lewat Album Debut

KOREA, WARTAMUSIK.com — Sailor Honeymoon memasuki babak baru melalui album debut The Worst of Sailor… Read More

3 days ago