Site icon WARTAMUSIK.COM

Candra Darusman Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia

WARTAMUSIK.com – Jakarta. Candra Darusman, salah satu Pendiri Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI) kini menjabat sebagai ketua umum dari organisasi yang telh berdiri sejak 1996.

Candra Darusman yang juga seorang musisi yang tergabung dalam kelompok jazz Chaseiro dan Karimata ini akan memegang amanah sebagai Ketua Umum AMI mulai dari tahun 2022 hingga 6 tahun kedepan.

Baca Juga : Single ‘Sing and Dance With Me’ Seruan #DanceTo2022, Gamaliel Jadi Vocal Director

“Selama 6 tahun kepemimpinan Dwiki telah memberikan prestasi yang luar biasa. Saya rasa ketua selanjutnya tinggal meneruskannya. Dan saya merasa punya tanggung jawab untuk memberikan kontribusi hal tersebut,” kata Candra Darusman dalam serah terima jabatannya. 

Setiap tahunnya AMI Awards akan terus konsisten memberikan penghargaan paling bergengsi bagi para insan musik Indonesia. Konsisten ini bisa menjadi pemicu bagi para insan musik Indonesia untuk terus menghasilkan karya terbaiknya. 

Baca Juga : Single “Arogansi” dari Recalcitrance, Dentuman Musik Penuh Energi untuk Melawan Tirani

“Terimakasih atas kepercayaannya selama 6 tahun terakhir, saya beruntung mengemban amanat sebagai Ketua Umum Yayasan AMI dan menjadi bagian penting dari perkembangan industri musik Indonesia,“ terang Dwiki Dharmawan menutup masa jabatannya.

Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) merupakan organisasi independen yang memberikan penghargaan tertinggi kepada insan musik kreatif Indonesia yang berprestasi. 

Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1996 hingga sekarang , Yayasan Anugerah Musik Indonesia telah memberikan kontribusi nyata dalam memajukan industri musik Indonesia.

Selama 24 tahun penyelenggaraan AMI Awards, sudah terjadi 4 kali pergantian jabatan Ketua Umum. Di sepanjang penyelenggaraan AMI banyak terjadi pencapaian dan perubahan demi kemajuan AMI kedepannya.

Baca Juga : Yuk Kita Simak Band Anyar Bernama Rahara yang Merilis Single Berjudul Lengkara

Dimasa kepemimpinan Dwiki Dharmawan sebagai Ketua Umum, terjadi perubahan dalam Industri musik, mulai dari perubahan strategi market yang biasanya bentuk rilisan fisik mulai beralih ke digital.  

Masuk ke ranah digital menambah semakin pesatnya industri musik independen, yang berdampak bertambahnya jumlah entry yang masuk.  Di AMI 2016 kita hanya menerima 600 entries. Tahun 2021 lalu jumlah entry telah mencapai 4.645 entries. Selama 6 tahun terakhir ada kenaikan sebesar 674% entry.

Baca Juga : Single Perdana RUBIRU Berjudul “Sementara Di Antara” Gunakan Teknologi Dolby Atmos Music

Dari sisi proses pendaftaran entry hingga voting pun mengalami tranformasi, sejak AMI 2019 proses manual telah beralih ke 100% online. Bahkan di masa pandemi Sidang Kategorisasi pun dilakukan secara hybrid dan online. 

Untuk internal AMI juga berhasil menata perpajakan dan memperoleh hak paten atas brand dan logo AMI Awards. [*]

Exit mobile version