WARTAMUSIK.com – Jakarta. Ingin mendengarkan bagaimana Lomba Sihir bercerita dengan merdu tentang Jakarta. Melalui album baru bertajuk “Selamat Datang di Ujung Dunia” mereka mengisahkan seluk beluk Jakarta. Album ini berisi 12 track lagu.
Udu (Vokalis) menceritakan, dalam album ini bagaimana Lomba Sihir yang beranggotakan 6 anak muda yang tumbuh besar di Jakarta, mencurahkan pahit, manis yang mereka rasakan di sini.
Baca Juga : Ada Disko di “Apa Ada Asmara” Single Ke 2 Lomba Sihir
Untuk lagu di “Apa Ada Asmara” mereka bertutur tentang upaya pencarian cinta. Di album ini ada juga lagu-lagu tentang tekanan untuk segera menikah (“Semua Orang Pernah Sakit Hati”), frustrasi mengejar karier (“Polusi Cahaya”), amarah terhadap pemerintah (“Nirrrlaba”).
Ada juga cerita tentang berbohong demi mencari aman (“Jalan Tikus”), pedoman untuk bertahan di Jakarta (“Hati dan Paru-Paru”) dan tema-tema lain yang familier, terutama bagi yang berusia pertengahan 20-an tahun seperti halnya para anggota Lomba Sihir.
Baca Juga : VM “Tafsir Mimpi” dari The Panturas Libatkan Aktor Ine Febriyanti
“Perjalanan bersama Lomba Sihir semakin hari semakin melebur. Meski setiap anggota memiliki bandnya masing-masing, entah bagaimana Lomba Sihir selalu berhasil mengeluarkan sisi lain yang super fun,” kata Tristan yang juga mendapat kesempatan bernyanyi bersama Tama di lagu “Cameo”.
Berbagi Tugas Penggarapan Album
Dengan adanya enam kepala di Lomba Sihir, maka musik di tiap lagu Selamat Datang di Ujung Dunia pun beraneka ragam. Ada lagu rock seperti “Seragam Ketat” yang mengkritik sistem pendidikan, “Ya Mau Gimana?” yang membahas kenakalan anak muda diiringi hentakan musik dansa.
Sementara lagu “Mungkin Takut Perubahan” yang mengemas keengganan keluar dari zona nyaman dalam balutan pop. “Enam kepala ini punya warna sendiri-sendiri. Itu yang mau kami sampaikan di album ini. Setiap lagunya beda-beda. Itu yang bikin seru,” kata Enrico.
Baca Juga : Mantra Vutura feat Hindia Rilis Single Terbaru “Percakapan Pt. 1”
Pengerjaan album ini berlangsung di studio Soundpole, ditambah sesi rekaman drum di SoundVerve Studio bersama engineer Rama Harto Wiguna. Prosesnya berjalan relatif cepat, yakni dari Januari hingga Februari 2021.
“Ngebut banget bagaimana caranya? Mayoritas dari anak-anak Lomba Sihir kan produser, makanya lagunya kami bagi-bagi proses pengerjaannya,” kata Tama.
Alhasil, Enrico, Tama, Rayhan dan Tristan berbagi tugas sebagai produser, kemudian Tama, Enrico dan Rayhan mengerjakan mixing sebelum akhirnya dikirim ke Marcel James untuk mastering.
Baca Juga : Sambut Ramadhan: Baskara Putra Merilis Single “Ramai Sepi Bersama”
Rayhan bercerita, bahwa album ini kalau dipikir-pikir seharusnya jadi materi paling sulit. “Kenyataannya ini malah jadi yang paling menyenangkan dan paling dimudahkan pengerjaannya. Semua di band ini tahu apa yang dikerjakan dan apa yang mau dituju,” katanya.
Behind the scene
Selain keenam anggota Lomba Sihir, Selamat Datang di Ujung Dunia juga melibatkan Mohammed Kamga sebagai pengarah vokal dan pengisi vokal latar di “Selamat Datang” dan “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 6 (Selamat Jalan)”.
Matter Mos yang membantu aransemen lagu “Ya Mau Gimana?”; serta Kusuma Widhiana yang ikut menggubah “Polusi Cahaya” dan bermain piano di lagu itu. Tak ketinggalan juga salah satu sosok penting di awal perjalanan Lomba Sihir, yakni Petra Sihombing yang menyumbang vokal, gitar dan lirik di lagu penutup “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 6 (Selamat Jalan)”.
Baca Juga : Dipha Barus dan Jackie Castro Merilis Single “Flower”
Dari segi visual, kover album Selamat Datang di Ujung Dunia digarap oleh Sun Eater Studio dan menampilkan para anggota Lomba Sihir bersama rekan-rekannya yang memerankan berbagai macam warga yang dapat ditemukan di Jakarta.
Menyusul “Hati dan Paru-Paru” dan “Apa Ada Asmara”, pada bulan April mendatang akan tayang juga videoklip untuk “Nirrrlaba” yang disutradarai oleh Agung Pambudi dan bekerjasama dengan QUN Films.
“Album ini semacam foto keluarga besar kami ramai-ramai dengan latar belakang Jakarta untuk dikenang oleh kami berenam dan tim kami selama-lamanya,” kata Baskara yang juga menulis mayoritas lirik di Selamat Datang di Ujung Dunia. “Semoga dalam bingkai foto itu, di saat orang lain melihat, mereka juga bisa mengenang sesuatu.”
Baca Juga : “Love Song” Single Ke-2 Arya Novanda yang Bertema Tentang Percintaan
Lomba Sihir sendiri terdiri dari musisi-musisi yang mengiringi Hindia sejak pertunjukan pertamanya di We The Fest 2019. Personilnya, Baskara Putra alias Hindia (vokal), Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (gitar, vokal), Wisnu Ikhsantama (bas, vokal), Tristan Juliano (kibor, vokal) dan Enrico Octaviano (drum). [*]
- Penulis : Sofia Nurmala S
- Editor : Fatkhurrohim