Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Paraduta Record, meramu rasa sakit menjadi aransemen yang melodius.
Meski sarat emosi, Septears berharap lagunya bukan hanya tentang kesedihan. Ia ingin “Teganya” menjadi ruang aman bagi siapa pun yang sedang terluka.
Baca Juga : Super Girlies Comeback, “Aw Aw Aw” Versi Baru Hadir dengan Sentuhan City Pop
“Aku ingin lagu ini bisa memeluk perasaan pendengar. Kadang kita cuma butuh ditemani, diakui rasa sakitnya, sampai akhirnya bisa melepas meski pelan-pelan,” katanya.
Single “Teganya” akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 7 September 2025. Bagi para pendengar yang sedang menjalani hari-hari sepi atau mencoba berdamai dengan masa lalu, lagu ini bisa jadi teman setia.
Baca Juga : Danil Josse “Hidupkan Kembali” Yang Terindah, Bukan Sekadar Remake tapi Interpretasi Penuh Jiwa
Apakah “Teganya” akan kembali membuat nama Septears jadi perbincangan di skena musik pop Indonesia? Satu yang pasti, kisah patah hati memang tak pernah gagal menemukan tempatnya di hati pendengar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Penyanyi dan penulis lagu Aurelia Fediana merilis single kelima, “Selalu Ada”, pada… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Rumi membuka babak baru perjalanan bermusiknya melalui maxi single perdana bertajuk “Rumi”,… Read More
LIVERPOOL, WARTAMUSIK.com – Delegasi musik Indonesia, Kirribilly, membuka perjalanan mereka di International Beatleweek 2026 dengan… Read More
MALANG, WARTAMUSIK.com – Usai memperkenalkan tiga potongan cerita melalui “Born in February”, “Three Years of… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Musisi sekaligus produser KELJO kembali mengeksplorasi dinamika asmara melalui single terbaru, “Cinta/Candu”.… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Lalahuta melanjutkan proyek Lalahuta Sings Indonesian Hits (LSIH) melalui reinterpretasi “Cobalah Untuk… Read More
Leave a Comment