Rock

The Funeral Portrait Bawa Kekacauan Katarsis Lewat Album Live Perdana

WARTAMUSIK.com – Jakarta. THE FUNERAL PORTRAIT makin tak terbendung. Setelah dinobatkan Pandora sebagai “Artists to Watch 2025: The Pandora Ten”, kini mengukuhkan posisinya di ranah active rock lewat deretan pencapaian besar—dua single #1 di Billboard dan Mediabase, serta single terbaru “Dark Thoughts” yang kini bertahan di jajaran Top 3.

Menunggangi momentum tersebut, THE FUNERAL PORTRAIT resmi merilis album live perdana mereka, LIVE FROM SUFFOCATE CITY, via Better Noise Music. Album ini hadir dalam format lengkap: digital, CD/Blu-Ray, hingga vinyl edisi khusus berwarna hijau dan ungu—identitas visual khas mereka.

Baca Juga : Yellowcard Ajak Good Charlotte Pulang Lewat Bedroom Posters

Bersamaan dengan perilisan album, video sinematik “Stay Weird” juga dirilis, menambah dimensi emosional dari era ini. “Stay Weird” bukan sekadar lagu, melainkan manifesto. Frontman Lee Jennings menyebutnya sebagai surat cinta bagi para jiwa unik yang setia mendukung band sejak awal.

Album LIVE FROM SUFFOCATE CITY merekam energi mentah dari pertunjukan “Suffocate City Town Hall Meeting” pertama mereka, yang berlangsung di kampung halaman Atlanta dan terjual habis.

Versi Blu-Ray eksklusifnya menjadi dokumentasi visual penting—menyuguhkan bagaimana THE FUNERAL PORTRAIT menjelma dari band pendatang menjadi kekuatan live yang disegani. Ini bukan sekadar konser, melainkan perayaan emosi, keringat, dan ikatan antara band dan penggemarnya.

Sebelum album ini dirilis penuh, penggemar sudah lebih dulu mencicipinya lewat DARK THOUGHTS EP yang dirilis Agustus lalu. EP tersebut memuat versi live, versi original, kolaborasi bersama Danny Worsnop (Asking Alexandria), hingga remix, lengkap dengan video yang telah ditonton puluhan ribu kali.

Baca Juga : Rayakan Dua Dekade Five Finger Death Punch Kolaborasi dengan BABYMETAL

Kesuksesan ini terasa selaras dengan tahun 2025 mereka yang padat tur—mendampingi Ice Nine Kills, In This Moment, hingga tur Eropa perdana bersama The Rasmus. Panggung demi panggung menjadi fondasi kuat yang kini terdokumentasi dalam album live ini.

Ke depan, 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang lebih besar lagi. Dua pertunjukan spesial “Suffocate City Town Hall Meeting” di Atlanta pada Januari akan dilanjutkan tur “Alienation” bersama Three Days Grace dan I Prevail mulai Februari. Bagi THE FUNERAL PORTRAIT, ini bukan sekadar perjalanan karier—ini adalah gerakan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

admin

Leave a Comment

Recent Posts

Langkah Baru Band Independen Dibuka Lewat Single Bertema Berdamai Dengan Masa Lalu

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Band pop-folk Daun Jatuh membuka babak baru dalam kariernya dengan merilis single… Read More

22 hours ago

EP Debut Prass Rekam Perjalanan Emosional Menuju Kebebasan Diri Seorang Musisi

JAKARTA, WARTAMUSIK.com Musisi independen Prass resmi merilis EP debut Free As A Bird di seluruh… Read More

22 hours ago

Mantradara Debut Usung Lirik Indonesia Dengan Makna Ganda Tentang Hubungan

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Grup musik Mantradhara membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya melalui perilisan single… Read More

2 days ago

Album Debut Eksplorasi Kompleksitas Cinta Dalam Balutan Dreamgaze Atmosferik Dewasa

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Unit indie pop asal Bekasi, Vanilla Party, bersiap merilis album penuh perdana… Read More

2 days ago

Single Terbaru Angkat Cinta Nekat Lewat Nuansa Pop Alternatif Enerjik Modern

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi dan penulis lagu asal Thailand, pami, kembali memperluas katalog musiknya melalui… Read More

3 days ago

Kolaborasi Lintas Negara Hadirkan Eksplorasi Hipdut Bernuansa Pop Global Modern

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Kolaborasi antara Sony Music Indonesia dan Sony Music Japan kembali berlanjut melalui… Read More

3 days ago