Issue

UN1TY Membangun Romantisme Boyband Indonesia

wartamusik.com – Jakarta. Musik era 90-an Indonesia sempat melambungkan nama-nama Boyband dan Girl Band yang hingga kini masih terasa nama besarnya. Kemudian era 200-an gempuran K-Pop tak terbendung merangsek ke Indonesia.

Berangkat dari dua fenomena ini PT. Formasi Agung Selaras atau biasa disebut juga dengan Famous Allstar (FAS) bekerja sama dengan Patrick Effendy sebagai Producer (dulu producer Coboy Junior), membuat 1ID Music Project yang melahirkan Boyband UN1TY untuk merespon pasar atas lesunya Boyband Indonesia. Era 90-an, sangat mengenal Boyband seperti M.E, Cool Colous, Trio Libels, juga Girl Band AB Three.

Sudah bukan rahasia lagi, jika Indonesia menjadi market empuk bagi band-band dari negeri ginseng. Dalam hitungan bulan, selalu ada konser K-Pop di tanah air. Dan kehadiran mereka selalu dipenuhi oleh penonton yang mayoritas millennials.

Alhasil, anak muda Indonesia tak hanya menikmati list lagu K-Pop dalam kanal pemutar musiknya. Mereka pun secara perlahan telah terkontaminasi dengan gaya hidup yang lainnya seperti fashion dan kuliner dan lainnya.

UN1TY Hasil Seleksi dari Platform Digital

UN1TY Dibentuk Melalui Audisi di Instagram./Twitter

Tak dipungkiri pula bahwa digitalisasi tak hanya merubah tatanan hidup ekonomi dunia. Digitaliasi pun mulai merangksek ke sendi seni musik. Dari sisi positif digitalisasi musik dapat dimanfaatkan untuk mencari talenta yang nun jauh disana.

Faktanya, Boyband UN1TY yang berjumlah 8 personil ini adalah dari berbagai daerah di Indonesia. Dan mereka hasil dari seleksi 500 peserta melalui jalur online via social media Instagram.

Joshua, Manager Operasional UN1TY saat di All Season Jakarta Thamrin mengatakan, 1ID Music Project membuka pendaftaran secara online lewat kanal Instagram. Peserta seleksi diwajibkan mengirim video mereka nyanyi untuk di seleksi.

“Terjaring lah 500 peserta yang selanjutnya kita seleksi menjadi 30 peserta untuk kita undang ke Jakarta dan hanya 16 orang peserta yang berkenan hadir untuk di karantina kemudian kita training dan seleksi lagi,” ungkap Joshua.

K-Pop Hanya Benchmarking Industri

K-Pop di Adaptasi hanya sebatas Industri.

Sebelum memutuskan untuk membentuk Boyband, FAS telah melakukan riset bagaimana K-Pop bisa terbentuk dan mampu “menjajah” pasar musik dunia. Tak hanya sekedar di Asia.

“Industri K-Pop ini yang kita adaptasi. Cara-cara mereka dalam membangun suatu boy band yang diaplikasikan. Bukan musik mereka yang tiru. Cara dan genre musik tetap mengadopsi Indonesia sebagai kiblatnya,” urai Joshua.

Itu sebabnya, ketia UN1TY sebalum menjadi Boyband, mereka di training oleh FAS selama 2 bulan agar saling mengenal karakter masing-masing, dan menemukan kualitas vocal mereka bernyani seperti apa.

“Sebenarnya, kita nggak mentargetkan jumlahnya harus 8 orang. Tapi ini hasil seleksi alamiah selama training agar mereka cocok satu sama lainnya. Di suatu group vokal harus ada kecocokan secara karakter di setiap individunya, baik secara kualitas suara, penampilan, juga kehidupan di luar panggung,” ungkap Joshua.

Ada Warna Rap

Lagu “Coba Cintaku” adalah Single Pertama UN1TY.

Cara-cara adaptasi dari industri musik Korea ini lah yang akhirnya membentuk UN1TY dengan karakteristik kualitas vokal yang unik dan diklaim sebagai Boyband Kekinian yang belum pernah ada. 

“Dari 8 personil ini 6 diantaranya memiliki kekuatan sebagai penyanyi dan 2 diantaranya sebagai raper. Ini menjadi kekuatan untuk saling mengisi dan menjadikan UN1TY lebih dari sekedar Boyband kekinian,” rincinya.

Joshua menambahkan, dua personil yang memang memiliki karakter kuat di rap ini memang bukan hanya bagus tapi juga cocok saat diaplikasi ke lagu-lagu pop yang menjadi genre dari Boyband ini.

UN1TY ini kita sebut sebagai Boyband. Dan Kualitas dan karakter suara yang kita kedepankan. Kemudian dari 8 orang ini 6 diantaranya menyanyi 2 orang lagi raper.

Secara komposisi, raper ini kualitas suaranya Dibawah 6 orang penyanyi tersebut. Akan tetapi dua rapper ini memiliki kualitas ngerap nya sangat bagus. Dan ini menjadi warna tersendiri dalam UN1TY.[*]

Fatkhur rohim

Leave a Comment

Recent Posts

Second Civil Rayakan 20 Tahun Berkarya dengan Rilis Digital Album “20th Anniversary”

WARTAMUSIK.com – Jakarta. Band asal Cirebon, Second Civil, kembali hadir untuk merayakan perjalanannya di dunia… Read More

4 hours ago

Audi Kirana Rilis Single “Shell of a Man” di Penghujung Tahun

WARTAMUSIK.com – Jakarta. Penyanyi dan penulis lagu Audi Kirana kembali single terbaru berjudul “Shell of… Read More

6 hours ago

Uniknya Musik Tradisi Berpadu dengan Jazz di Tengah Sawah di Klaten

WARTAMUSIK.com – Klaten. Di tengah suasana asri sawah dan mata air bening di lingkungan Umbul… Read More

1 day ago

Amanda Citra Kembali Hadir dengan Single Terbaru “Bisa Apa”

WARTAMUSIK.comm – Yogyakarta. Musisi berbakat asal Yogyakarta, Amanda Citra, kembali memanjakan pendengar setianya dengan karya… Read More

2 days ago

Trio Saawo Hadirkan Tiga Lagu Baru dalam Proyek “Tiga Suara, Satu Harmoni”

WARTAMUSIK.com – Yogyakarta. Trio penyanyi cewek berbakat, Safira Inema, Esa Risty, dan Woro Widowati, kembali… Read More

3 days ago

Ndarboy Genk Merilis Single Terbaru “Bajirut” Nestapa Menghadapi Sakit Hati dan Kecewa

WARTAMUSIK.com – Yogyakarta. Ndarboy Genk, kembali dengan karya terbaru yang penuh emosi, "Bajirut". Lagu yang… Read More

4 days ago