Yustinus Kristianto, sang sutradara menjelaskan, bahwa cerita kuyang ini merupakan representasi sebuah gagasan atau ideologi yang enggak pernah mati, dan bahkan secara struktural enggak bisa dibendung.
BAca Juga : Tripov Memberikan Sentuhan Cinta, Acuh dan Cemburu di “All Day Night”
“Singkat kata, ada dua makhluk berbeda dunia yang sama-sama punya niat utama melindungi diri masing-masing. Namun, perbedaan kebutuhan membuat mereka akhirnya malah saling mengancam dan memangsa satu sama lain,” ungkapnya.
Ini adalah kali kedua baginya bekerja dengan The Panturas membuat video musik. Yang pertama untuk lagu ‘Queen of the South’ di mana ceritanya mengambil pokok juga dari legenda mitos lokal lainnya, yaitu Ratu Pantai Selatan.
Baca Juga : Ada Disko di “Apa Ada Asmara” Single Ke 2 Lomba Sihir
Bedanya terletak pada penanganan sinematik. Jika di video sebelumnya tema yang diangkat berkesan urban, kali ini ia coba mengekplorasi film-film Asia dari era 60-an sebagai preferensi.
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Duo Kini & Nanti merilis single perdana bertajuk “Pelan Pelan Sembuh”, menghadirkan… Read More
JAKARTA, WARTAUSIK.com — DJ dan produser Jidho resmi merilis single debut bertajuk “SUGARCANE”, menandai transformasinya… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Kompilasi independen Revolution Autumn #3 resmi dirilis sebagai penutup trilogi Revolution Autumn,… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Dul Jaelani merilis single terbaru berjudul “Usia 25” pada 17 April 2026.… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Ajang penghargaan musik Indomusik Awards kembali digelar pada 2026 dengan skala yang… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Unit emo asal Sidoarjo, Decemberism, merilis single terbaru bertajuk “A Summer Bluer”… Read More
Leave a Comment