WARTAMUSIK.com – Jakarta. Usai merilis “Tafsir Mistik”, The Panturas langsung melengkapinya dengan merilis Viedo Musik (VM) guna mendukung kuatnya unsur penceritaan dalam penulisan lagu tersebut.
VM ini memvisualkan, kisah legenda teror seekor kujang atawa leak aka vampir betina yang menyerang suatu pemukiman Priangan di masa paska perang kemerdekaan Indonesia. Ine Febriyanti menjadi tokoh antagonis yang saling terjebak dan menjebak.
Baca Juga : Single “Tak Lagi Sendiri”, Kisah Jatuh Cinta Geri dari Adiva
Bak film laga kuno, adegan pun tersaji begitu klasik. Kalian disuguhi aksi sinema yang memikat ketika seteru sang vampir dengan segenap warga akhirnya bertemu di tengah sebuah pesta yang telah direncanakan.
Taring mencabik kulit, bercak darah menciprat di mana-mana, dan The Panturas mengiringi terciptanya teater pembantaian tersebut lewat alunan Melayu rock & roll gipsi yang meletup-letup. Di sanalah Nyai Kuyang berdansa kekenyangan.
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Band pop Indonesia Geisha kembali merilis single terbaru bertajuk “Geram”, yang mengangkat… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Band pop-punk multi-platinum Yellowcard merilis versi baru single “Bedroom Posters” dengan menggandeng… Read More
SINGAPURA, WARTAMUSIK.com – Penyanyi sekalogus penulis lagu berbasis Singapura, lullaboy, mengumumkan tur Asia keduanya bertajuk… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Bless the Knights menandai 11 tahun perjalanan mereka dengan merilis single terbaru… Read More
JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Adrian Martadinata berkolaborasi dengan Giovani Biga merilis single “Jayalah Indonesiaku”, sebuah karya… Read More
CALIFORNIA, WARTAMUSIK.com — Band asal California Selatan, Dirty Heads, mengumumkan perilisan album penuh kesembilan bertajuk… Read More
Leave a Comment