BANDUNG, WARTAMUSIK.com — Semangat musik Ambon mendapat ruang eksplorasi dalam penyelenggaraan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 melalui proyek Ambon Jazz Rock by Barry Likumahuwa.
Proyek tersebut memadukan karakter musik Ambon dengan jazz, funk, dan rock dalam sebuah pertunjukan yang mempertemukan akar musikal daerah dengan pendekatan musik modern.
Barry Likumahuwa menghadirkan sejumlah karya yang terinspirasi dari album legendaris Ambon Jazz Rock. Eksplorasi tersebut menjadi upaya untuk kembali memperkenalkan kekayaan musikal Ambon sekaligus melihat kemungkinan baru dari identitas musik daerah ketika dipertemukan dengan berbagai genre.
Bagi Barry, musik daerah tidak harus berhenti sebagai warisan masa lalu. Identitas musikal dapat terus berkembang melalui interpretasi dan eksplorasi baru, termasuk ketika ditempatkan dalam konteks jazz, funk, dan rock.
Kehadiran proyek tersebut juga memperlihatkan karakter TPJF yang membuka ruang bagi beragam pendekatan musikal. Festival tidak hanya menghadirkan jazz dalam bentuk konvensional, tetapi juga memberikan ruang bagi musisi untuk mempertemukan jazz dengan akar budaya dan genre lainnya.
Barry menilai TPJF memiliki kemampuan menjaga keseimbangan antara tradisi jazz dan perkembangan musik kontemporer. “Menurut saya The Papandayan selalu berhasil mengkomunikasikan dan mengkombinasikannya dengan sangat baik,” ujar Barry Likumahuwa, Sabtu malam, (3/10/2026), di Bandung.
Melalui Ambon Jazz Rock, eksplorasi Barry menunjukkan bahwa identitas musik daerah tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah perubahan lanskap musik. Tradisi tidak hanya dipertahankan melalui pengulangan, tetapi juga dapat menemukan bentuk baru melalui kreativitas musisi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










