Akaracita Eksplorasi Musik Tradisi Banjar Lewat Jagau

Akaracita merilis “Jagau”, single yang mengeksplorasi gamalan Banjar dan kemungkinan musik tradisi Kalimantan Selatan dalam konteks kontemporer.
banner 468x60

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Kelompok musik Akaracita kembali memperluas eksplorasi terhadap musik tradisi Kalimantan Selatan melalui single terbaru, “Jagau”, yang dirilis pada 24 Agustus 2026.

Karya ini menjadi bagian dari upaya mereka menghadirkan kemungkinan baru dari gamalan Banjar dalam konteks musik yang lebih luas dan relevan dengan pengalaman pendengar masa kini.

“Jagau” berangkat dari ketertarikan Akaracita terhadap sosok Jagau dalam ingatan budaya Banjar. Alih-alih merekonstruksi bentuk musik masa lalu, gagasan tersebut diterjemahkan menjadi sumber penciptaan untuk menemukan karakter bunyi baru.

Pendekatan itu memperlihatkan cara Akaracita memandang tradisi. Instrumen dan musikalitas tradisional tidak semata digunakan sebagai penanda identitas, tetapi dipelajari sebagai sumber pengetahuan yang mencakup pola, tekstur, ritme, karakter bunyi, hingga cara membangun komposisi.

Melalui “Jagau”, Akaracita juga membuka kembali perbincangan mengenai hubungan musik tradisi dan musik kontemporer. Bagi kelompok tersebut, keduanya tidak harus ditempatkan sebagai dua wilayah yang berseberangan.

Tradisi dapat menjadi titik awal penciptaan, sedangkan pendekatan kontemporer memberikan ruang untuk menguji kembali berbagai kemungkinan musikal yang tersimpan di dalam tradisi tersebut.

Baca Juga :  Single Terbaru ‘Orang Yang Paling Ku Benci’ Menjadi Era Baru RAN

“Bagi kami, tradisi bukan sesuatu yang harus dibekukan. Ia memiliki pengetahuan yang bisa terus dibaca, ditafsirkan, dan dikembangkan. ‘Jagau’ adalah salah satu upaya kami untuk menemukan kemungkinan bunyi baru dari pengetahuan tersebut,” ujar Novyandi dari Akaracita, Sabtu, (26/9/2026), di Jakarta.

Dengan pendekatan tersebut, “Jagau” tidak diarahkan sebagai pengulangan repertoar tradisional. Akaracita justru menempatkan pengetahuan musikal Banjar sebagai bagian aktif dari proses penciptaan karya baru.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan posisi Akaracita dalam membaca tradisi sebagai sesuatu yang dapat terus bergerak. Musik tradisi tidak hanya hadir untuk dikenang atau dipertunjukkan kembali, tetapi juga dapat menjadi bahan eksplorasi bagi penciptaan musik hari ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Editor : Fatkhurrohim
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *