JAKARTA, WARTAMUSIK.com Musisi independen Prass resmi merilis EP debut Free As A Bird di seluruh platform streaming digital pada hari ini Jum’at (24/7/2026).
Mini album berisi enam lagu ini menjadi penanda akhir dari perjalanan emosional yang dijalani selama empat tahun terakhir, sekaligus memperlihatkan eksplorasi musikal yang memadukan unsur country, ballad, americana, dan bluegrass.
Baca Juga : Topeng Jadi Identitas Artistik UTY di EP Perdana Berjudul “Pacar Virtual”
Berbeda dari rilisan yang sekadar mengumpulkan lagu, Free As A Bird disusun sebagai narasi utuh. Setiap komposisi merekam fase kehilangan arah, ketakutan, proses penyembuhan, hingga akhirnya berdamai dengan diri sendiri. Pendekatan tersebut membuat EP ini lebih menyerupai jurnal personal dibanding sekadar proyek musik.
Prass, Jum’at (24/7/2026), mengungkapkan bahwa materi dalam EP lahir dari kebiasaan menulis jurnal yang disarankan psikolognya. Catatan tersebut kemudian berkembang menjadi lagu-lagu yang merefleksikan pengalaman pribadi secara jujur.
Baca Juga : Widya Wirayanti Tuangkan Refleksi Cinta Lewat EP Perdana
Lagu “Pada Akhirnya Kita kan Mati” dipilih sebagai fokus utama. Meski judulnya terdengar suram, lagu tersebut justru menawarkan perspektif tentang pentingnya menghargai kehidupan dan menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.

Proses produksinya dikerjakan secara independen bersama Hilmi Adriansyah dan melibatkan sejumlah musisi serta teknisi audio. Rekaman berlangsung secara organik di berbagai lokasi, mulai dari studio, kedai kopi, rumah para musisi, hingga kamar kos, mencerminkan karakter independen yang melekat pada proyek ini.
Secara musikal, pengaruh country dan americana menjadi warna dominan, namun tetap dipadukan dengan ballad dan bluegrass sehingga menghasilkan lanskap suara yang hangat sekaligus intim. Pendekatan tersebut memperkuat tema refleksi yang menjadi benang merah EP.
Baca Juga : Gabriëlle Tampilkan Sisi Brutal Lewat EP Debut “Animals”
Setelah perilisan, Prass akan menjalani rangkaian promosi melalui media, radio, podcast, dan video live session. Ia juga dijadwalkan menggelar showcase perdana di Kyoto, Jepang, pada 29 Juli 2026.
Dalam penampilan tersebut, Prass tetap mengandalkan mayoritas lagu berbahasa Indonesia sebagai bentuk keyakinannya bahwa bahasa ibu mampu menjangkau pendengar lintas budaya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










