Single Terbaru

Mighfar Suganda Padukan Musik dan Novel dalam “Semesta”

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Penyanyi dan penulis lagu Mighfar Suganda menyiapkan babak baru dalam perjalanan bermusiknya melalui proyek “Semesta”. Karya tersebut tidak hanya hadir sebagai rilisan musik, tetapi juga dikembangkan bersamaan dengan novel perdana Mighfar yang menggunakan judul yang sama.

“Semesta” menjadi kelanjutan eksplorasi musikal Mighfar setelah sejumlah karyanya, termasuk “Gemuruh Riuh” dan “Anti ∞ Hero”, mendapat perhatian di berbagai platform digital. Dalam proyek terbaru ini, ia memperluas konsep cerita dengan menghubungkan musik dan karya sastra dalam satu narasi.

Novel “Semesta” diterbitkan oleh Aksara. Buku tersebut mengembangkan makna yang terdapat dalam lagu-lagu Mighfar secara lebih panjang melalui cerita yang terbagi dalam sejumlah bab. “Setiap bagian memiliki keterkaitan dengan pengalaman emosional yang menjadi dasar karya musiknya,” ungkap Mighfar, Jum’at, (2/10/2026).

Secara musikal, “Semesta” juga menandai eksperimen baru bagi Mighfar. Jika karya-karya sebelumnya banyak menggunakan birama 4/4, lagu ini menggunakan birama 6/8 untuk membangun atmosfer yang lebih intens dan melankolis.

Lagu tersebut membawa tema kehidupan manusia yang terus berjalan meski berhadapan dengan kehilangan, persoalan, dan ketidakpastian. Pada bagian akhir, Mighfar menghadirkan paduan suara sebagai elemen yang memperluas pesan lagu tentang keberanian menjalani kehidupan.

Konsep tersebut kemudian diperkuat melalui metafora mengenai keinginan untuk hidup selama mungkin. “Semesta” menempatkan kehidupan sebagai perjalanan yang tidak dapat diketahui akhirnya, sekaligus mengajak pendengar melihat pengalaman manusia sebagai sesuatu yang harus dijalani dengan segala konsekuensinya.

Proyek ini juga memiliki keterkaitan dengan “Nirvana”, lagu yang ditempatkan sebagai track kedua. Jika “Nirvana” menghadirkan nuansa cinta dan kasih sayang dengan suasana yang lebih tenang, “Semesta” membawa cerita menuju sisi kehidupan yang lebih kompleks.

Kedua lagu tersebut dirancang agar dapat didengarkan secara berurutan tanpa jeda emosional yang terlalu jauh. Dengan konsep tersebut, mini album yang tengah disiapkan Mighfar mencoba membangun satu rangkaian cerita, dari harapan dan kebahagiaan menuju realitas, kehilangan, dan penerimaan.

Page: 1 2

Redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

Joyland Sessions 2026 Hadirkan 16 Musisi dari Tujuh Negara

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Joyland Sessions kembali hadir dengan mempertemukan musik, seni, komunitas, dan berbagai pengalaman… Read More

17 hours ago

Beludru Kembali Bermusik Lewat Single Perdana “Bingar”

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Setelah lebih dari dua dekade melewati perjalanan masing-masing, Hasbi, Fawwaz, dan Rifqi… Read More

20 hours ago

Kevin Aprilio Gandeng Widy di Single Perdana “Berharap”

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Setelah bertahun-tahun berkarya di industri musik Indonesia, Kevin Aprilio membuka babak baru… Read More

2 days ago

Meiska Hidupkan Kembali “Aku Cuma Punya Hati”

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Penyanyi muda Meiska kembali menghadirkan karya dengan membawakan ulang lagu populer Indonesia,… Read More

2 days ago

Jose Rizal Angkat Kisah Hubungan Toxic Lewat Single Lelah

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Penyanyi yang juga berprofesi sebagai pramugara maskapai Indonesia, Jose Rizal, melanjutkan perjalanan… Read More

3 days ago

Duovertime Debut Lewat Ga Pernah End, Potret Realita Pekerja

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Duovertime memulai perjalanan musiknya dengan merilis single debut “Ga Pernah End” di… Read More

3 days ago