Mighfar Suganda Padukan Musik dan Novel dalam “Semesta”

Mighfar Suganda menyiapkan “Semesta”, proyek musik dan novel yang menghubungkan kisah kehidupan, cinta, kehilangan, dan perjalanan manusia.
banner 468x60

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Penyanyi dan penulis lagu Mighfar Suganda menyiapkan babak baru dalam perjalanan bermusiknya melalui proyek “Semesta”. Karya tersebut tidak hanya hadir sebagai rilisan musik, tetapi juga dikembangkan bersamaan dengan novel perdana Mighfar yang menggunakan judul yang sama.

“Semesta” menjadi kelanjutan eksplorasi musikal Mighfar setelah sejumlah karyanya, termasuk “Gemuruh Riuh” dan “Anti ∞ Hero”, mendapat perhatian di berbagai platform digital. Dalam proyek terbaru ini, ia memperluas konsep cerita dengan menghubungkan musik dan karya sastra dalam satu narasi.

Read More
banner 300x250

Novel “Semesta” diterbitkan oleh Aksara. Buku tersebut mengembangkan makna yang terdapat dalam lagu-lagu Mighfar secara lebih panjang melalui cerita yang terbagi dalam sejumlah bab. “Setiap bagian memiliki keterkaitan dengan pengalaman emosional yang menjadi dasar karya musiknya,” ungkap Mighfar, Jum’at, (2/10/2026).

Secara musikal, “Semesta” juga menandai eksperimen baru bagi Mighfar. Jika karya-karya sebelumnya banyak menggunakan birama 4/4, lagu ini menggunakan birama 6/8 untuk membangun atmosfer yang lebih intens dan melankolis.

Baca Juga :  WUSS Rilis SUZAN, Album Debut yang Menyusuri Dua Belas Bulan

Lagu tersebut membawa tema kehidupan manusia yang terus berjalan meski berhadapan dengan kehilangan, persoalan, dan ketidakpastian. Pada bagian akhir, Mighfar menghadirkan paduan suara sebagai elemen yang memperluas pesan lagu tentang keberanian menjalani kehidupan.

Konsep tersebut kemudian diperkuat melalui metafora mengenai keinginan untuk hidup selama mungkin. “Semesta” menempatkan kehidupan sebagai perjalanan yang tidak dapat diketahui akhirnya, sekaligus mengajak pendengar melihat pengalaman manusia sebagai sesuatu yang harus dijalani dengan segala konsekuensinya.

Proyek ini juga memiliki keterkaitan dengan “Nirvana”, lagu yang ditempatkan sebagai track kedua. Jika “Nirvana” menghadirkan nuansa cinta dan kasih sayang dengan suasana yang lebih tenang, “Semesta” membawa cerita menuju sisi kehidupan yang lebih kompleks.

Kedua lagu tersebut dirancang agar dapat didengarkan secara berurutan tanpa jeda emosional yang terlalu jauh. Dengan konsep tersebut, mini album yang tengah disiapkan Mighfar mencoba membangun satu rangkaian cerita, dari harapan dan kebahagiaan menuju realitas, kehilangan, dan penerimaan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *