Sore Ungkap Inspirasi Bermusik Lewat Enam Buku di 25/7 Prelude

25/7 Prelude menghadirkan Sore dalam diskusi buku dan musik, mengungkap inspirasi kreatif personel menuju acara utama Desember 2026.
banner 468x60

JAKARTA, WARTAMUSIK.com — Buku dan musik menjadi dua medium yang saling terhubung dalam membentuk perspektif dan ekspresi kreatif. Hubungan tersebut diangkat dalam 25/7 Prelude bertajuk “Dari Halaman ke Nada: Buku dalam Musik Sore” yang digelar Dyandra Promosindo di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan 25/7, sebuah creative event yang dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Desember 2026 di Taman Kota Peruri. Melalui diskusi buku dan live performance dari band Sore, acara ini mengajak audiens mengenal proses kreatif para musisi melalui bacaan yang memiliki arti penting dalam kehidupan mereka.

Read More
banner 300x250

Dipandu moderator Haris Franky, sesi diskusi menghadirkan enam buku pilihan yang mewakili perspektif masing-masing personel Sore. Buku-buku tersebut meliputi Kartun Riwayat Peradaban karya Larry Gonick, One Flew Over the Cuckoo’s Nest karya Ken Kesey, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Quran Mapping karya Nur Fajri Romadhon, Finding Audrey karya Sophie Kinsella, dan The Beatles Way karya Larry Lange.

Baca Juga :  Ini Alasan Dewa 19 Tunjuk Ello Sebagai Vokalis dan Akan Menggelar Konser di 30 Kota

Diskusi tidak hanya membahas kegemaran membaca, tetapi juga menelusuri bagaimana pengalaman dan gagasan dari sebuah buku dapat membentuk cara pandang seseorang, termasuk dalam menghasilkan karya musik.

Project Manager 25/7, Rafi Elmanda, mengatakan tema “Dari Halaman ke Nada” dipilih untuk menunjukkan keterkaitan antara buku dan musik sebagai medium yang mampu membangun imajinasi serta menghadirkan perspektif baru.

“Kami memilih tema ‘Dari Halaman ke Nada’ karena buku dan musik sama-sama punya kemampuan untuk membangun imajinasi dan membawa orang untuk melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Dari acara ini, kami harap teman-teman bisa melihat bahwa pengalaman menikmati musik juga bisa dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk dari apa yang kita baca dan temukan sehari-hari,” ujar Rafi.

Bagi personel Sore, membaca menjadi salah satu cara untuk memahami berbagai pengalaman dan perasaan manusia. Awan Garnida menjelaskan bahwa buku dapat memperkenalkan seseorang pada pengalaman yang mungkin belum pernah dialami secara langsung. Temuan tersebut kemudian dapat menjadi bahan refleksi dan inspirasi dalam menciptakan musik.

Baca Juga :  Lagu Berjudul “Berani Bersuara <3<3, Menjadi Kampanye Stop Sebarkan Hoax

“Kalau musik adalah ekspresi dari apa yang kita temukan dalam hidup berdasarkan pengalaman sendiri, sementara buku adalah temuan-temuan yang dituliskan oleh orang lain. Ketika kita membaca dan menemukan sesuatu, misalnya, ‘oh, ternyata seperti ini rasanya sakit hati’, ‘oh, ternyata seperti ini rasanya jatuh cinta’, atau berbagai perasaan lainnya, semua itu kemudian bisa kita tuangkan dalam bentuk nada dan lirik. Kualifikasinya kurang lebih seperti itu,” jelas Awan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *