What a Duo! Harp meet Guitar…

Reyhan Naufal dan Balawan memadukan harmonika dan gitar dalam kolaborasi jazz penuh improvisasi di The Papandayan Jazz Festival 2026./Photo Dion Momongan.
banner 468x60

JAKARTA, WARTAMUSIIK.com – Jakarta Bayangkan sebuah duo, yang menggoda kuping. Bisa sampai ke hati. Alunan suara merdu dari harmonika. Meningkahi suara khas dentingan dawai gitar. Alhasil, perpaduan yang memang mungkin tak biasa. Tapi so pasti, menarik. Dan, menyenangkan.

Beginilah ceritanya. Adalah harmonika di tangan seorang Muhamad Reyhan Naufal. Pemuda gagah, kelahiran Jakarta, 15 Desember 1997. Dan tak pernah belajar musik formal sebenarnya.

Read More
banner 300x250

Yes, ga pernah studi musik formal. Ia lulusan dari Coventry University, United Kingdom. Rey, begitu panggilan akrabnya, lulus Bachelor of Arts of Econimics dari perguruan tinggi yang kampus utamanya di West Midlands, Inggris tersebut.

Namun Rey bertumbuh kembang kemudian sebagai seorang musisi, pemain harmonika, sekaligus juga educator dan adjudicator. Ia tampil maju ke depan bergiat memperkenalkan advancing diatonic harmonika dalam musik contemporary jazz, blues and other improvised music.

Kemudian gitarisnya adalah, nama yang tak asing lagi. Asal Bali, I Wayan Balawan. Kelahiran Gianyar, pada 9 September 1972. Balawan, mengenyam studi musik di Australian Institute of Music, di kota Sydney.

Baca Juga :  Demajors Buka Pre-Order 14 Vinyl Terbaru, Hanya di Situs Resmi

Selesai studi program diploma, pada tahun 1997. Dari situ, iapun memulai pengembaraan musiknya di Indonesia. Jadi, usai sekolah, ia balik ke tanah air. Kemudian bolak-balik Jakarta – Denpasar.

Ia membentuk Batuan Ethnic Fusion, yang musiknya berlandaskan pada eksplorasi musik percampuran barat dan timur. Menggunakan perangkat musik tradisi Bali, dengan Balawan tampil dengan electric guitar dan memperkenalkan touch tapping style, yang di sini belum populer saat itu.

Lantas bagaimana bisa, Rey kemudian bekerjasama dengan Balawan. Acara apakah, yang mempertemukan mereka berdua? Rey pun bercerita, mereka bertemu di kota London. Tepatnya di SOAS Auditorium. Ruang besar itu terdapat di SOAS University, di Bloomsbury, central London. Balawan tengah melakukan performance di sana ketika itu, Rey memberanikan diri maju untuk melakukan jammin.

Dari pertemuan tersebut, mereka kemudian merasa mempunyai kecocokan. Ada kesamaan visi dan misi bermusik, tentunya juga kesesuaian pada soal taste bermusik. Penampilan berikutnya, secara berduaan berlanjut pada Seoul International Harmonica Festival berturut-turut pada 2018, 2019, 2023.

Baca Juga :  “Pretty Gold”, Cara Ghaniyya Ghazi Hadirkan Kembali Era Pop Dansa 80-an
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *