Pesan tersebut kemudian diperluas melalui music video “LELAH” yang dikemas dalam format short movie. Visualnya menggambarkan hubungan yang diwarnai tekanan dan dominasi, sekaligus menghadirkan sudut pandang laki-laki sebagai pihak yang mengalami kekerasan dalam hubungan.
Pendekatan sinematik digunakan untuk memperkuat emosi yang dibangun melalui lagu. Dengan demikian, video musik tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap audio, tetapi menjadi bagian dari cerita yang ingin disampaikan Jose kepada pendengar.
Bagi Jose, “LELAH” bukan sekadar kisah tentang berakhirnya sebuah hubungan. Lagu ini juga menjadi pengingat bahwa seseorang memiliki hak untuk memilih dirinya sendiri ketika sebuah relasi lebih banyak menghadirkan luka dibandingkan kebahagiaan.
Secara musikal, “LELAH” diciptakan Rinaldy Vidianza, yang juga menulis lirik bersama Jose Rizal dan menangani produksi musik. Rudolf H. Dequeljoe dipercaya sebagai Vocal Director, sementara Garneta Haruni bertindak sebagai Executive Producer.
Single “LELAH” resmi dirilis pada 29 September 2026 dan tersedia di berbagai platform musik digital. Sementara itu, video musiknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Jose Rizal Music.
Melalui karya keduanya ini, Jose Rizal mencoba membawa cerita tentang hubungan yang tidak sehat ke dalam musik sekaligus menyampaikan pesan bahwa memilih keluar dari situasi yang menyakitkan dapat menjadi bagian dari upaya seseorang untuk kembali menemukan dirinya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










