Dalam versi NFT, lagu tersebut diolah dengan groove yang lebih funk, sekaligus mempertahankan karakter dasar karya aslinya. Proses kreatif itu tidak berhenti pada pembuatan cover, karena NFT juga telah memperoleh izin resmi untuk menggarap ulang lagu tersebut.
“Mengambil sesuatu yang sudah familiar bagi pendengar, kemudian membawanya ke dalam dunia Neo Funk Therapy tanpa kehilangan karakter dari karya aslinya,” ujar personel NFT, Selasa, (29/9/2026), mengenai pendekatan mereka dalam mengolah sebuah lagu.
Rilisan perdana ini juga menandai kolaborasi NFT bersama HALOS Records. “Kita Ke Sana – NFT Remix” tersedia di berbagai platform streaming digital mulai (25/9/2026) lalu.
Bagi NFT, masuk ke industri musik profesional menjadi kelanjutan dari proses yang sebelumnya berlangsung secara organik melalui media sosial. Eksperimen yang awalnya dilakukan tanpa target komersial kini berkembang menjadi proyek dengan materi dan rencana rilisan berikutnya.
Setelah “Kita Ke Sana – NFT Remix”, NFT telah menyiapkan materi lanjutan untuk memperluas eksplorasi mereka terhadap musik funk dan perpaduannya dengan berbagai genre.
Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana eksperimen musikal yang awalnya dilakukan secara informal dapat berkembang menjadi proyek musik profesional ketika mendapat respons dan menemukan bentuk kreatif yang konsisten. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










