Produksi album berlangsung di Yogyakarta dengan melibatkan sejumlah musisi dan pekerja musik untuk perekaman instrumen, pengarahan vokal, vokal latar, hingga penataan dan penyelarasan suara. Khusus lagu “Katanya Rela”, proses penataan dan penyelarasan suaranya dikerjakan di Jakarta.
Lebih dari sekadar rangkaian lagu, album ini juga menjadi ruang Tama Yuri untuk membagikan pengalaman personal yang tidak selalu mudah disampaikan secara langsung. Ia berharap pendengar dapat menemukan pengalaman yang terasa dekat sekaligus merasa dipahami melalui karya tersebut.
“Album ini lahir dari pengalamanku yang sulit diceritakan juga. Aku pengen pendengar ngerasa relate dan ngerasa dipahami. Aku juga pengen buktiin kalau album independen bisa punya suara yang didengar di seluruh Indonesia,” katanya.
Tama Yuri juga membawa gagasan tentang ruang bagi perempuan untuk menyampaikan pengalaman dan perasaannya melalui musik. “Aku membawa semangat bahwa perempuan berhak punya suara, berhak lelah, berhak mencintai dengan caranya sendiri, dan tetap berdiri di tengah semua itu,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian perilisan, Tama Yuri menyiapkan aktivasi berupa workshop membuat zine di Jakarta. Kegiatan tersebut akan mengajak pendengar membuat zine dengan iringan lagu-lagu dari album.
Peserta juga akan mendapatkan merchandise eksklusif yang dibuat berdasarkan hasil refleksi mereka selama mengikuti kegiatan.
“Biar Aku Dianggap Beruntung” kini tersedia di seluruh layanan streaming digital. Melalui album pop alternatif tersebut, Tama Yuri menawarkan perspektif bahwa keberuntungan tidak selalu berarti kehidupan tanpa luka, tetapi cara seseorang memilih untuk terus menjalaninya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










