Duovertime Debut Lewat Ga Pernah End, Potret Realita Pekerja

Duovertime debut lewat “Ga Pernah End”, single yang mengangkat realita pekerja tentang gaji, lembur, beban kerja, dan karier.
banner 468x60

JAKARTA, WARTAMUSIK.com – Duovertime memulai perjalanan musiknya dengan merilis single debut “Ga Pernah End” di seluruh platform musik digital pada 25 September 2026. Lagu ini mengangkat keseharian pekerja yang berhadapan dengan beban kerja, penghasilan terbatas, hingga karier yang terasa jalan di tempat.

Alih-alih membungkus persoalan tersebut dengan bahasa metaforis, Duovertime memilih menggunakan lirik yang dekat dengan percakapan sehari-hari. “Ga Pernah End” berbicara tentang gaji yang cepat habis, job desc yang terus bertambah, lembur, serta pekerjaan yang tidak selalu berbanding lurus dengan imbalan.

Salah satu bagian liriknya menggambarkan situasi tersebut secara lugas: “Job desc mayoritas, gajinya minoritas. Hidup high risk, tapi jauh dari high return.”

Kritik terhadap rutinitas kerja kemudian dirangkum dalam hook yang repetitif, “Gaji mungil, banyak andil, kerja melulu tapi karirnya buntu.” Kalimat tersebut menjadi salah satu bagian yang merepresentasikan keresahan utama lagu.

Duovertime, Selasa, (29/9/2026), menegaskan ia tidak menempatkan “Ga Pernah End” sebagai lagu yang menawarkan penyelesaian atas persoalan pekerja. Lagu ini justru menjadi medium untuk mengungkap pengalaman yang kerap muncul dalam kehidupan kerja sehari-hari.

Baca Juga :  Caltha Kenalkan Identitas Bermusik Lewat Debut Single Memulai Sebuah Kisah Perdana

Menariknya, “Ga Pernah End” tidak lahir dari konsep musik yang berdiri sendiri. Lagu tersebut dikembangkan dari konten keseharian Duovertime yang sebelumnya telah menjadi bagian dari interaksi mereka dengan audiens.

Devan Yulio Setiawan, Muhammad Syaepullah, dan Christian Bong tercatat sebagai penulis lagu. Devan menyebut perilisan single ini sebagai kelanjutan dari materi yang sebelumnya mereka bawakan melalui konten.

“Akhirnya rilis juga, debut single Duovertime yang diolah dari konten kami sehari-hari hahahaha biar makin terngiang dah tuuhh,” ujar Devan.

Sementara itu, Ibong melihat lagu tersebut sebagai cara untuk menyampaikan pesan kepada pekerja yang mungkin mengalami situasi serupa. “Lagu ini hadir untuk mengajak kita para pekerja bisa lebih berdamai, dan kamu gak sendirian,” kata Ibong.

Pesan tersebut membuat “Ga Pernah End” tidak hanya bertumpu pada kelucuan situasi kerja. Di balik lirik yang terdengar ringan dan menggelitik, Duovertime menyisipkan pengalaman tentang bagaimana seseorang menjalani rutinitas pekerjaan sekaligus menghadapi tekanan ekonomi dan karier. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Editor : Fatkhurrohim
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *